Ditemukan dengan Belasan Luka di Jurang, Warga Belandingan Dibunuh Keponakan

LOKASI ditemukannya Nyoman Rai (36) dari Desa Belandingan, Kintamani, yang tewas dibunuh keponakannya. Foto: ist

BANGLI – Di saat warga di Bali merayakan Hari Raya Galungan, warga Desa Belandingan di Kecamatan Kintamani, Bangli justru digegerkan dengan penemuan mayat di dasar jurang desa setempat, Rabu (4/1/2023). Korban yang belakangan diketahui bernama Nyoman Rai (36) dari Desa Belandingan, Kintamani baru bisa dievakuasi pada malam hari. Lokasi di wilayah balik bukit yang sulit dijangkau, itulah masalahnya.

Semula korban disangka jatuh sendiri ke jurang. Namun, belakangan pihak keluarga mencurigai bukan kecelakaan, melainkan korban pembunuhan. Pelakunya diduga dua orang, yang mirisnya tidak lain adalah keponakan korban. Pokok masalah diduga karena salah paham terkait batas wilayah lahan perkebunan.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang dihimpun, di tubuh korban yang juga pecalang desa ini ditemukan belasan luka. Salah satunya luka seperti sayatan atau tebasan. Satu giginya juga hilang. “Kalau jatuh kecelakaan, melihat dari medan, tidak mungkin sampai 17 lukanya,” ungkap sumber yang layak dipercaya.

Kecurigaan dugaan pembunuhan juga berdasarkan sejumlah barang ditemukan di TKP. Seperti karung beras (kampil putih), gagang sabit, dan ada ceceran darah dari atas jurang. Informasi lain menyebutkan, keluarga korban bernama I Merta menemukan anak korban berinisial GS, Rabu (4/1/2023) sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca juga :  Forkopimda Karangasem Inspeksi Sektor Nonesensial, Pemkab Wacanakan Insentif ke Pedagang yang Ditutup

Bocah 2,5 tahun itu sedang menangis di pinggir jalan setapak Pondokan Banjar Bone, Desa Belandingan. Kemudian, anak korban diantar pulang bertemu ibunya. Melihat sang anak pulang tidak bersama ayahnya, Ni Nengah Widi kemudian menghubungi korban. Sayang, panggilan itu tak kunjung dijawab. Widi yang khawatir kemudian minta tolong keluarga untuk mencari suaminya.

Dalam upaya pencarian, salah seorang warga menemukan banyak bercak darah di jalan setapak Pondokan Bone. Setelah ditelusuri hingga ke tepi jurang, dan dilihat dari kejauhan, korban berada di tebing jurang dengan kondisi telungkup. Warga memeriksa hingga ke tebing jurang, dan korban didapati telah meninggal dunia dengan banyak luka di sekujur tubuh. Temuan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, Kamis (5/1/2023) mengatakan, dari hasil penyelidikan tim mendapat informasi pelakunya dua orang kakak beradik atas nama I Gede Darmawan (20) dan I Made Ariawan (18).

Polisi kemudian berupaya mencari keduanya, dan Rabu (4/1/2023) pukul 23.23 Wita keduanya diamankan di tempat berbeda. “Keduanya ditahan di Polsek Kintamani, dan masih menjalani pemeriksaan,” sebut perwira menengah berlatar belakang brimob tersebut.

Terkait motif, Kapolsek menyebut karena salah paham terkait batas wilayah lahan perkebunan. Berawal saat Gede Darmawan terlibat adu mulut dengan pamannya, hingga terjadilah pergumulan. Darmawan juga sempat memanggil Ariawan untuk ikut membantu. Keributan pun berlanjut hingga berujung pada penganiayaan, dengan Darmawan menebas dan membacok pamannya di bagian kepala dan mulut.

Baca juga :  Jaga Kebersihan Pantai, Gotong Royong Sasar Sampah Plastik

“Kami telah mengamankan ganggang sabit dan sepatu boot yang digunakan pelaku menganiaya korban. Saat ini kasusnya masih didalami,” tandasnya seraya menyebut jenazah korban diotopsi di RSUD Bangli. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.