MATARAM – Tokoh senior NTB, HL Mesir Suryadi, mendorong pemuda lebih lantang bersuara dalam melakukan kontrol jalannya pembangunan di NTB.
“Pemuda harus mulai membangun konsolidasi lebih erat lagi, lebih kokoh, mengawal sisa periode kepemimpinan (kepala daerah), tolong KNPI pemuda ini dibina,” katanya di acara halal bihalal KNPI NTB, Selasa (24/5/2022).
Dia menilai KNPI sebagai rumah bersama pemuda, dan dapat menjadi wadah pemuda menyatukan kekuatan. Jadi, ada kesatuan pemikiran untuk disuarakan ke pemerintah terkait ke mana arah pembangunan NTB.
Dalam sejarah bangsa, pemuda selalu menjadi bagian arah pembangunan. Dan, ini mesti selalu dijaga dari generasi ke generasi. “Ketika pemimpin kurang memotivasi atau mendekati rakyat, pemuda harus bersuara kencang mengingatkan pemerintah,” tegas mantan Ketua DPD Golkar NTB itu.
Menurutnya, pemuda harus memiliki energi sosial dan politik besar. Hanya, itu digunakan secara bijak untuk mengingatkan pemerintah agar mengurusi rakyat dengan baik.
Yang memimpin juga diingatkan memperhatikan rakyat, tidak hanya sibuk urusan pribadi dan kelompok saja. Pula mendengar masukan pemuda. “Jangan jadi pemimpin (yang cuma) mengurus istri-istrinya saja,” celetuknya bernada menyindir, entah siapa.
“Kita sayangkan beliau (Gubernur) tidak hadir, padahal ini kesempatan mendengar apa yang jadi masukan pemuda di KNPI. Tapi kita berbaik sangka saja, mungkin beliau ada kesibukan lain, semoga di acara pemuda berikutnya bisa hadir,” jelasnya.
Gubernur NTB 2003-2008, HL Serinata, yang hadir dalam silaturahmi itu, juga sempat menanyakan Gubernur. “Pak Gubernur ada hadir?” tanyanya, dan kemudian tersenyum ketika disebut tidak hadir. “Sayang sekali ya, tapi tidak apa-apa. Pemuda teruslah berbuat apa yang bisa diperbuat,” pesannya.
Serinata lalu memilih menyoroti pentingnya peran pemuda menyusul keberadaan Sirkuit Mandalika. Dia mendaku khawatir pembangunan makin sulit terkendali setelah keberadaan Sirkuit Mandalika, karena gunung dan hutan akan digunduli. Pemuda diminta harus mengambil bagian menjaga kelestarian alam.
Saat ini, cetusnya, sejumlah gunung di Pulau Lombok dan Sumbawa banyak yang gundul. Bencana juga dituai, yang akhirnya menyisakan kesedihan bagi mereka yang terdampak.
Di kesempatan terpisah, tokoh NTB lainnya, Sunardi Ayub, menyoroti dinamika politik yang belakangan berkembang. Politik belah bambu dinilai berhasil menggembosi kekuatan politik yang mengancam. Di tengah upaya memecah belah itu, pemuda diharap tetap kokoh dalam idealismenya.
“Sekarang eranya dualisme, ada partai yang pecah, pemuda (KNPI) juga dipecah. Ini yang kita khawatirkan akan berdampak pada kekuatan mengawal pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya,” serunya.
Ketua KNPI NTB terpilih, Baihaqi, berkata saat ini pemuda merindukan sosok pemimpin yang mengayomi. Dia menyinggung langkah keliru pejabat daerah yang menabrak legitimasi KNPI yang digariskan dalam aturan negara. Hanya dengan dalih mengakomodir dan kebersamaan, semua peraturan ditabrak.
“Gubernur NTB kita harap bisa bersikap bijak. Tidak lantas hanya faktor kedekatan emosional mengakomodir, sehingga tidak bijak menyikapi perbedaan pemikiran yang ada di anak muda,” sindirnya.
“Ibarat sebuah keluarga, kalau KNPI ini adalah anaknya pemerintah, maka sewajarnya diberi perhatian proporsional. Tidak bisa kebutuhannya disamakan dengan anak lain yang usianya lebih muda,” katanya beranalogi.
“Politik praktis malah mendekatkan kita pada politik transaksional, itu tentu tidak kita inginkan,” tandas Baehaqi. rul























