Hadapi Panji-Budi, Jaya-Wira Tunjukkan Pengalaman

  • Whatsapp
ACARA Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020, yang disiarkan secara langsung di TVRI Bali, Minggu (22/11/2020) malam. Foto: ist
ACARA Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020, yang disiarkan secara langsung di TVRI Bali, Minggu (22/11/2020) malam. Foto: ist

TABANAN –  Paslon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020 nomor urut 1, I Komang Gede Sanjaya dengan I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira), menunjukkan pengalamannya dalam acara debat terbuka yang disiarkan secara langsung di TVRI Bali, Minggu (22/11/2020) malam. Di semua segmen, Jaya-Wira mampu menjawab maupun menanggapi semua pertanyaan dengan lugas.

Dari semua pertanyaan yang disampaikan oleh Moderator Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si. maupun saat sesi pertanyaan silang secara bergantian dari paslon dengan nomor urut 2, AA Ngurah Panji Astika dengan I Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi), Jaya-Wira menjawab semua itu dengan berdasarkan pengalaman.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, Sanjaya telah berpengalaman dalam dua kali periode sebagai Wakil Bupati Tabanan. Sementara Edi juga berpengalaman tiga periode sebagai anggota DPRD Tabanan.

Berdasarkan pengalaman tersebut, mereka juga mampu mendebat semua pertanyaan maupun saat menanggapi. Sesekali Panji Budi juga sempat melontarkan sindiran, namun Jaya-Wira tetap dengan tenang menghadapi semua itu, dengan memberikan jawaban dan tanggapan, serta alasan-alasan yang tepat.

Tema debat terbuka sesi pertama itu adalah ‘Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru’. Dari acara debat terbuka tersebut, sejumlah pertanyaan pun disampaikan melalui tim perumus materi. Antara lain Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc. Ph.D. (pakar pertanian Unud), Dr. Ir. Nengah Kencana Putra M.S. (ahli teknologi pertanian asal Penebel, Tabanan), Dr. Ir. Luh Riniti Rahayu, M.Si. (pemerhati perempuan dan akademisi), Dr. I Ketut Sukawati Lanang P. Perbawa (akademisi dan praktisi), serta Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B.,Sp.OT(K), yaitu dekan Fakultas Kedokteran Unud dan Satgas Covid-19 Provinsi Bali. gap

Baca juga :  Giriasa Janji Tetap Perhatikan Agama, Adat dan Budaya Masyarakat Badung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.