Guru Penggerak Diharap Mampu Menjadi Teladan

PEMBUKAAN lokakarya orientasi diklat CGP angkatan delapan Kabupaten Bangli oleh Kadisdikpora Bangli, didampingi Kepala BGP Bali I Wayan Surata. Foto: ist
PEMBUKAAN lokakarya orientasi diklat CGP angkatan delapan Kabupaten Bangli oleh Kadisdikpora Bangli, didampingi Kepala BGP Bali I Wayan Surata. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangli, Komang Pariartha, mengharapkan agar para guru penggerak di Kabupaten Bangli bisa menjadi penggerak transformasi pendidikan dan sekaligus teladan di sekolah masing-masing. Hal itu disampaikan Pariartha ketika membuka lokakarya orientasi program guru penggerak bagi calon guru penggerak angkatan delapan Kabupaten Bangli, Sabtu (13/5/2023) di SMPN 3 Bangli.

Lebih lanjut Pariartha mengemukakan, Kabupaten Bangli saat ini memang memiliki keterbatasan sumber daya manusia, khususnya guru-guru yang memiliki hak untuk menjadi kepala sekolah maupun pengawas sekolah. Oleh sebab itulah, calon guru penggerak angkatan delapan diharapkan akan mampu menjadi guru yang benar-benar menjadi sumber perubahan di sekolah.

Bacaan Lainnya

”Mudah-mudahan guru-guru yang berkesempatan untuk mengikuti program guru penggerak nantinya bisa menjadi teladan di lingkungan sekolahnya,” ungkap Pariartha.

Dalam kesempatan tersebut, Pariartha juga mengajak peserta diklat calon guru penggerak untuk bisa mengikuti seluruh rangkaian diklat selama enam bulan dengan sebaik-baiknya.”Semoga bapak dan ibu bisa mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya, seraya menambahkan pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Balai Guru Penggerak (BGP) Bali yang telah memberikan kuota lebih banyak pada diklat CGP tahun ini.

Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Bali, Dr. Wayan Surata, M.Pd., dalam kesempatan itu mengemukakan, belum semua calon guru penggerak yang lolos seleksi diberikan kesempatan untuk mengikuti diklat. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah.

Oleh sebab itu, mereka yang diberikan kesempatan untuk mengikuti diklat agar mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Masih banyak calon guru penggerak yang bisa kita diklat, jadi bapak dan ibu yang mendapatkan kesempatan harus menggunakan dengan baik,” ungkap Surata.

Ia menambahkan pada diklat angkatan kedelapan ini, Bangli memperoleh jatah sebanyak 24 orang CGP dan merupakan jumlah peserta paling banyak di Bali. Masih ada ratusan CGP yang belum dipanggil untuk mengikuti diklat.

Dalam kesempatan tersebut, Surata juga mengajak para kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk ikut serta memantau proses pelaksanaan diklat. Pemantauan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah tersebut diharapkan akan mampu mengurangi berbagai permasalahan yang mungkin akan muncul. ”Saya berharap bapak kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk ikut memantau kegiatan ini,” pintanya.

Kepada para pengajar praktik program sekolah penggerak, Surata kembali menekankan tentang upaya membangun sikap dan emosional positif di kalangan CGP yang harus dipantau oleh para pengajar praktik. “Tekankan pada upaya untuk membangun kematangan sikap sosio emosional bagi peserta. Dengan demikian mereka nantinya akan menjadi guru penggerak yang benar-benar matang dalam sikap dan emosi,” harapnya.

Lokakarya orientasi bagi calon guru penggerak angkatan delapan Kabupaten Bangli melibatkan 24 peserta yang berasal dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Mereka akan digembleng selama enam bulan dengan menggunakan pola daring dan luring. Selama diklat mereka akan didampingi oleh lima pengajar praktik.

Pembukaan lokakarya ini juga dihadiri oleh para kepala sekolah, serta pengawas sekolah. Setelah Lokakarya selanjutnya peserta akan mengikuti kegiatan diklat dalam bentuk sinkronus dan asinkornus dengan melibatkan fasilitator serta Instruktur. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses