POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan, para guru memiliki peranan yang besar dalam menciptakan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
‘’Pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan moral generasi muda agar mampu menjadi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing,’’ ujarnya saat membuka kegiatan Webinar Workshop Sekolah Bersinar yang digelar BNNK Denpasar, Rabu (3/6/2026).
Webinar Workshop Sekolah Bersinar digelar selama dua hari dari tanggal 3-4 Juni 2026 diikuti SMP negeri dan swasta beserta Forkom Kota Denpasar. Webinar Sekolah Bersinar hari pertama diikuti para guru sebagai bentuk pelaksanaan Program Ananda Bersinar kepada seluruh SMP negeri dan swasta di Kota Denpasar.
Kadisdikpora mengungkapkan, program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba) merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Dikatakan, ancaman narkoba sangat serius dan dapat merusak masa depan anak-anak.
Oleh karena itu, melalui kegiatan ini ia mengajak seluruh jajaran pendidikan di Kota Denpasar untuk bersinergi, memperkuat kolaborasi, dan menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik. ‘’Mari kita jadikan sekolah sebagai benteng utama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Denpasar sebagai kota yang bersih narkoba, demi masa depan generasi muda yang cerah,’’ lugasnya.
Kepala BNN Kota Denpasar Leo Dedy Defretes, menekankan guru sebagai servant leadership yang menjadi fasilitator dalam membentuk pondasi yang baik bagi generasi penerus khususnya di lingkungan sekolah. Hasil survei nasional BNN bersama BRIN dan BPS menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 2,11 %, atau setara dengan 4,15 juta jiwa dari total populasi penduduk usia 15-64 tahun. Angka ini meningkat dibandingkan prevalensi pada periode sebelumnya.
Kelompok usia remaja merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terpengaruh penyalahgunaan narkoba. Remaja dengan pola perkembangan psikologi dan moralnya menjadi “sasaran empuk” para sindikat narkoba. Faktor pemicu utamanya adalah karena tawaran dari teman sebaya dan rasa penasaran yang tinggi ingin mencoba narkoba.
‘’Masa remaja merupakan fase krisis. Terjadi banyak perubahan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Pada masa ini, remaja cenderung labil, penuh gejolak, dan cenderung mudah terbawa arus,’’ ujar Kepala BNNK Denpasar.
Kondisi krisis inilah, dikatakan Kepala BNNK Denpasar, yang dimanfaatkan oleh sindikat narkoba dengan terus memperdayai kalangan remaja dan rekan sebaya melalui narasi menyesatkan tentang narkoba. “Tidak ada pilihan lain bagi kita, selain melakukan perlawanan terhadap sindikat narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Kepala BNNK Denpasar.
Melalui kegiatan Webinar Sekolah Bersinar ini, BNNK Denpasar mengimbau kepada para pelajar dan remaja agar menyeleksi kelompok pertemanan baik pertemanan fisik maupun online secara cermat dan tepat sehingga tidak salah dalam memilih pergaulan. Sementara itu kepada para tenaga pendidik, BNNK Denpasar mengimbau agar terus menciptakan kondisi lingkungan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang nilai-nilai moral dan etika di kalangan pelajar..
Pada sesi lain Webinar Sekolah Bersinar, Katim Rehabilitasi BNNK Denpasar menjelaskan tentang pentingnya rehabilitasi bagi pecandu narkoba dan penanganan permasalahan narkoba bagi anak didik di sekolah. Acara yang dipandu langsung oleh moderator Katim P2M BNNK Denpasar ini diharapkan para guru pendidik bisa menjadi fasilitator Duta Sekolah Bersinar di lingkungan pendidikan masing-masing. tra
























