Gubernur Koster Paparkan Implementasi Kepemimpinan di Karangasem, Bupati Dana Minta Tambahan BKK Pemprov Bali

GUBERNUR Koster sempat menyapa pegawai di Mal Pelayanan Publik Karangasem sebelum menyampaikan pencapaian pembangunan Bali di Mal Pelayanan Publik Karangasem, Rabu (25/1/2023). Foto: ist
GUBERNUR Koster sempat menyapa pegawai di Mal Pelayanan Publik Karangasem sebelum menyampaikan pencapaian pembangunan Bali di Mal Pelayanan Publik Karangasem, Rabu (25/1/2023). Foto: ist

KARANGASEM – Gubernur Bali, Wayan Koster; beserta Wakil Gubernur Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan pencapaian pembangunan Bali di Mal Pelayanan Publik Karangasem, Rabu (25/1/2023). Kegiatan dihadiri Bupati Karangasem, I Gede Dana; Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, Ketua dan wakil ketua DPRD Karangasem serta jajaran OPD, perbekel, bendesa, tokoh puri serta tokoh masyarakat lainnya.

Bupati Dana dalam sambutannya mengatakan, pasangan Koster dan Cok Ace menghadirkan banyak program bagi masyarakat Bali, khususnya di Karangasem. Dia berharap tahun ke tahun upaya sinergitas dalam pemerintahan berjalan dengan baik, sehingga manfaatnya sangat dirasakan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pembangunan melalui pendapatan daerah yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Bali yang memberi tambahan anggaran, kata dia, merupakan perhatian Gubernur Koster. BKK murni kebijakan untuk memperhatikan Karangasem. “Saya yakin berikutnya Bapak Gubernur memberi tambahan lagi untuk kita. Pembangunan infrastruktur di Karangasem ini masih dari BKK dari Gubernur,” katanya memuji dan bernada harap.

Pembangunan infrastruktur seperti jembatan dan jalan, ucapnya, 75 persennya dari BKK Provinsi. Dana hanya berusaha menggali potensi lain untuk membantu. Ada Rp60 miliar tahun 2023 dari Provinsi, tapi dia belum hapal titik wilayahnya yang akan ditangani. Jika ada belum merata, dia berjanji akan minta lagi ke Gubernur sekaligus menggali potensi di daerah untuk membantu. 

Baca juga :  Gubernur Koster Pantau Kedatangan Singapore Airlines, Angkut 156 Penumpang Mayoritas WNA

“Mohon izin Pak Gubernur, saya mengajukan pembangunan rumah sakit di Kecamatan Rendang. Sebab, tiga kecamatan kami berobat ke Klungkung, itu 2023-2024,” pinta Dana.

Masalah lain yang diutarakan adalah masalah kemiskinan di Karangasem yang masih 6,98 persen, jauh lebih tinggi dari rata rata. Mengaku hanya Bupati didikan Gubernur Koster, Dana menyebut masih merangkak untuk menjalankan arahan Gubernur dengan baik.

Menurut Gubernur Koster, kunjungan ke Karangasem merupakan acara pertama turun tatap muka ke semua kabupaten/kota di Bali. Dia memaparkan apa pencapaian dalam memimpin pembangunan di Bali sejak dilantik 5 September 2018 lalu, dan akan berakhir untuk periode pertama pada September 2023. Dia mulai dari Karangasem, karena wilayah ini paling timur di Bali.

“Begitu halnya sinar matahari yang terbit mulai dari timur. Meski, saya pada waktu pemilihan dulu sedikit mendapat suara di Karangasem,” kelakar Koster sembari cekikikan.

Selama empat tahun kepemimpinannya, dia fokus merumuskan pembangunan mengimplementasikan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali. “Visi mengandung nilai kearifan lokan, juga dimensi nasional dan internasional,” beber Koster.

Dia menegaskan konsep yang dipakai membangun Bali betul- betul dari kearifan lokal Bali. Dia tidak menggunakan sumber referensi dari luar negeri, karena leluhur di Bali memberi warisan ajaran yang luar biasa. Itu diperlukan untuk membangun Bali sepanjang dari zaman ke zaman.

Baca juga :  Sukses Wujudkan Desa Mandiri, 32 Kades di Jembrana Terima Lencan

Nilai-nilai kearifan lokal itu dipakai, dan karena itu tidak perlu studi banding keluar negeri. Orang Bali tidak usah berkecil hati dan rendah diri, karena sudah diberi warisan konsep dari leluhur. Semua itu diolah dan dirumuskan secara detail menjadi misi.

Dia menguraikan, kekayaan dan keunggulan Bali adalah kebudayaan. Bali tidak punya tambang batubara, gas, minyak, atau emas seperti daerah lain yang menjadi sumber pendapatan kekayaan. Makanya kebudayaan harus dipelihara dan diberdayakan agar bertahan dari zaman ke zaman.

“Kita bersyukur diberi warisan budaya, karena budaya ini tidak bisa dicongkel, dibawa ke luar. Bali ini alam dan manusianya ditata oleh orang suci, empu, danghyang, rsi. Apa yang saya sudah jalankan mohon dijabarkan, sinergitas Bupati, perbekel dan desa adat berjalan secara selaras dan harmonis,” pesan Ketua DPD PDIP Bali tersebut memungkasi. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.