Gubernur Koster Minta PMI Jangan “Bengkung”, Melanggar Akan Ditindak Tegas

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist

DENPASAR – Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus tertib dan disiplin menjalani karantina. “Saya mendengar para ABK yang dikarantina ini ada yang keluyuran keluar hotel. Ada yang ke pantai, ada yang minum-minum diluar. Jadi tidak boleh nakal PMI dan ABK ini. Karena berisiko, membahayakan orang lain. Jadi tidak boleh bengkung (bendel) ini. Sudah ditangani dengan baik oleh pemerintah, lakukan dengan disiplin,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Bali, Senin (4/5/2020).

Gubernur asal Sambiran ini mengimbau para PMI harus disiplin menjalani karantina. Tidak boleh keluar kamar, tidak boleh menerima temu, dan termasuk juga menerima keluarga selama menjalani karantina. “Apabila melanggar, maka akan ditindak tegas oleh pihak keamanan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sementara  terkait perkembangan pasien Covid-19 Senin kemarin, Gubernur yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mengungkapkan, jumlah kumulatif Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 643 orang. Jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 sebanyak 271 orang, terdiri dari WNA sebanyak 8 orang ( 3%), PMI/ABK asal Bali sebanyak 146 orang ( 54%), terjangkit di daerah luar Bali sebanyak 20 orang ( 7%), dan terjangkit di Bali sebanyak 97 orang ( 36%).

Baca juga :  Banting Harga Hotel Bukan Solusi Cerdas di Masa Pandemi

“Yang sudah sembuh sebanyak 159 orang, terdiri dari 4 orang WNA dan 155 orang WNI atau sebesar 59%. Sedangkan yang meninggal sebanyak 4 orang (1%)  terdiri 2 orang WNA dan 2 orang WNI dan jmlah pasien yang masih dirawat sebanyak 108 orang (40%),” sebutnya.

Gubernur juga menyampaikan terkait rata-rata penambahan pasien positif Covid-19 per hari, di mana Bali sebanyak 7 orang (peringkat terendah keempat), lebih rendah daripada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Banten.

“Data menunjukkan bahwa pasien positif Covid-19 sebagian besar bersumber dari PMI/ABK sebanyak 54%, transmisi lokal Bali sebanyak 36%, daerah luar Bali sebanyak 7%, dan WNA sebanyak 3%. Sedangkan kasus di provinsi lain, pasien positif sebagian besar merupakan transmisi lokal. Persentase kesembuhan pasien positif Covid-19, Bali mencapai sekitar 58.67% yang paling tinggi di Indonesia dan berbeda jauh daripada 9 Provinsi lainnya, bahkan jauh diatas rata-rata Nasional (16.86%) dan Global/Dunia (32.10%),” jelasnya.

Di Bali, lanjut dia, rata-rata lama perawatan pasien positif Covid-19 sampai sembuh adalah selama 13 hari, masa perawatan paling cepat selama 3 hari, dan paling lama 39 hari (untuk kasus berat). Selain itu, lanjutnya, persentase pasien positif Covid-19 yang meninggal, Bali mencapai 1,48% paling rendah dari 9 Provinsi lainnya, bahkan jauh dibawah rata-rata Nasional (7.46%) dan Global/Dunia (7.04%). “Patut dicatat bahwa dari 4 orang pasien positif yang meninggal di Bali, 2 orang merupakan WNA, 1 orang dari daerah luar Bali, dan 1 orang PMI/ABK warga Bali,” imbuhnya.

Baca juga :  Mutasi Perwira Tinggi TNI, Nyoman Gede Ariawan Gantikan Yudo Margono

“Meskipun Bali tidak menerapkan PSBB, tetapi sejauh ini penanganan Covid-19 menunjukkan hasil yang lebih baik/terkendali. Padahal, sebelumnya berbagai pihak sangat mengkhawatirkan Bali akan terancam Covid-19 karena sebagai destinasi wisata dunia terbesar di Indonesia. Tetapi sejauh ini, fakta menunjukkan hal yang kontras berbeda,” pungkasnya. 019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.