Golkar Tunggu Komitmen Jaya Negara Bukan Petugas Partai

  • Whatsapp
MARIYANA Wandhira (dua kiri) saat tahapan pengundian nomor urut Pilkada Denpasar 2020. Dia menanti komitmen IGN Jaya Negara bukan hanya sebatas petugas partai, tapi Wali Kota Denpasar untuk seluruh warganya. Foto: hen
MARIYANA Wandhira (dua kiri) saat tahapan pengundian nomor urut Pilkada Denpasar 2020. Dia menanti komitmen IGN Jaya Negara bukan hanya sebatas petugas partai, tapi Wali Kota Denpasar untuk seluruh warganya. Foto: hen

DENPASAR – Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, berjanji akan menjadi pemimpin seluruh warga Denpasar, alih-alih menjadi pemimpin golongan atau kelompok tertentu. Pernyataan itu dicetak tebal oleh Ketua DPD Partai Golkar Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, sebagai mantan seteru Jaya Negara-Arya Wibawa saat Pilkada 2020 lalu. Dengan gaya jenaka, Wandhira membuat pantun untuk pasangan yang dijagokan PDIP tersebut, Selasa (2/3/2021).

“Asmat padang budaya Jawa, tuai padi kata bersyarat. Sungai mengalir muaranya ke pantai. Selamat datang Jaya Wibawa., jadilah Wali Kota dan Wakil Wali Kota rakyat. Jangan hadir sebagai petugas partai,” sentilnya melalui pesan Whatsapp.

Bacaan Lainnya

Menurut Wandhira, tidak ada alasan khusus mengapa dia sampai membuat pantun semacam itu. Kata dia, itu hanyalah pesan untuk Jaya Negara agar benar-benar mampu menjadi Wali Kota dari semua golongan. Sebab, ucapnya, ide-ide bernas untuk menbangun dan menjadikan Denpasar MAJU seperti janji kampanye Jaya-Wibawa itu niscaya datang dari berbagai kalangan.

“Harapan kami agar Wali Kota bisa menerima dan merealisasikan ide-de yang datang bukan hanya dari partai pengusungnya. Juga mampu berlaku adil dengan semua masyarakat (termasuk yang menjadi rival di Pilkada), bukan hanya menjalankan perintah partai,” urai Wakil Ketua DPRD Denpasar tersebut.

Baca juga :  Purnatugas, Rai Mantra-Jaya Negara Serahkan Memori Jabatan kepada Plh Wali Kota Denpasar Made Toya

Disinggung bagaimana Golkar akan mengukur bahwa aspirasi selain partai pengusul Jaya-Wibawa itu diterima dan diwujudkan, Wandhira berkata bisa dilihat saat rapat kerja dengan eksekutif, dan usulan dalam setiap perencanaan pada awal tahun anggaran. Dia mengklaim partainya pasti ada memberi usul dalam perencanaan pembangunan Denpasar, termasuk perencanaan tata ruang kota.

Wandhira tidak secara lugas menjawab apakah sesungguhnya dia, sebagai pihak berseberangan dengan Jaya-Wibawa di Pilkada, optimis pesan “jangan jadi pemimpin petugas partai” itu serius diwujudkan atau tidak. Dia hanya berharap Jaya Negara dan Arya Wibawa benar-benar bisa mewujudkan itu. Hanya, sentilnya, pengalaman lapangan selama ini sebagian besar ada keberpihakan pemerintah pada mereka yang “sejalur” dengan mereka.

“Pantun itu merupakan titipan dari masyarakat agar pemerintah tidak pilih kasih dalam memberi pengayoman, bantuan, serta perlindungan kepada masyarakat Denpasar. Itu saja kok,” tandasnya dengan nada kalem. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.