Golkar Tanggapi Kalem Pemecatan Ngakan Kutha Parwata

NGAKAN Kutha Parwata (kanan) bersama Made Subrata di sebelahnya foto bersama pengurus DPD Partai Golkar Bali usai “melamar” menjadi bakal calon di Pilkada Bangli, 28 Oktober 2019 lalu. Saat itu dia masih berstatus sebagai kader PDIP Bangli. Foto: gus hendra
NGAKAN Kutha Parwata (kanan) bersama Made Subrata di sebelahnya foto bersama pengurus DPD Partai Golkar Bali usai “melamar” menjadi bakal calon di Pilkada Bangli, 28 Oktober 2019 lalu. Saat itu dia masih berstatus sebagai kader PDIP Bangli. Foto: gus hendra

DENPASAR – Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, menanggapi kalem kegarangan DPD PDIP Bali yang mengusulkan pemecatan Ngakan Kutha Parwata sebagai kader. PDIP bersikap demikian karena Kutha Parwata membelot ke Golkar, dan kini malah resmi direkomendasi menjadi calon Wakil Bupati Bangli melawan partai yang membesarkannya. “Kami tidak mencampuri kebijakan internal PDIP,” kata Sugawa saat dimintai komentar via Whatsapp, Jumat (17/7/2020).

Lebih jauh dikatakan, Kutha Parwata sebelumnya juga sudah menyampaikan bahwa dia sudah memperhitungkan konsekuensi dari sikapnya yang melamar ke Golkar. Sebab, saat datang ke Golkar itu status Kutha Parwata masih sebagai kader PDIP. Sugawa juga mendaku tidak terusik dengan konsekuensi opini di luar bahwa Kutha mengkhianati partai lamanya. “Kami menerima Pak Kutha Parwata sebagai tokoh yang santun, bersahaja, dan diterima dengan baik oleh masyarakat Bangli,” sahut Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Bacaan Lainnya

Pada hari yang sama, dalam jumpa pers di DPD PDIP Bali, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Wayan Sutena, berkata DPD PDIP mengusulkan ke DPP untuk pemecatan terhadap Kutha Parwata. Kata dia, berdasarkan pantauan di media, saat ini Kutha Parwata resmi diusung sebagai calon Wakil Bupati Bangli oleh Golkar. Sebelum diusulkan pemecatan, Sutena berkata partai sudah memanggil yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan bersedia dipecat. Ini usul pemecatan sebagai kader, bukan sebagai pengurus,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 28 Oktober 2019 lalu, Ngakan Kutha Parwata bersama Made Subrata datang ke DPD I Golkar Bali untuk menjalin komunikasi dengan partai. Saat itu mereka diterima Plt Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer. Membawa sejumlah pendukung, keduanya minta direkomendasi menjadi paket calon Bupati-Wakil Bupati di Pilkada Bangli. Subrata merupakan adik kader senior PDIP sekaligus Bupati Bangli petahana, I Made Gianyar, sedangkan Kuta Parwata kader senior PDIP.

Di hadapan Demer dan pengurus teras Golkar saat itu, Kutha Parwata mengutarakan niat berpaket dengan Subrata untuk menjadi calon Wakil Bupati karena sudah ada komunikasi. Secara “jam terbang” dia mengakui lebih senior dibanding Subrata. Dia juga berkata hendak memberi pengayoman di Bangli dengan tolok ukur regenerasi untuk berbenah. “Sebagai senior saya mau mendampingi junior, karena itu yang diinginkan masyarakat dalam kondisi sekarang. Tidak masalah saya jadi calon Wakil Bupati,” tutur politisi yang akrab disapa Gusdek itu. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses