Golkar Buktikan Sesumbar Tiga Klaster Pilkada

  • Whatsapp
MADE Dauh Wijana (kiri) saat pembentukan koalisi bersama Nasdem di Pilkada 2020, beberapa waktu lalu. Foto: gus hendra
MADE Dauh Wijana (kiri) saat pembentukan koalisi bersama Nasdem di Pilkada 2020, beberapa waktu lalu. Foto: gus hendra

DENPASAR – Kemunculan paket Diatmika-Muntra untuk Pilkada Badung 2020 yang seakan “tiba-tiba”, disinyalir sejumlah pihak sebagai bentuk kerahasiaan Partai Golkar dalam proses penjaringan dan pembentukannya. Alih-alih membantah, Golkar justru menegaskan wacana paket di Badung sebagai pembuktian sesumbar tiga klaster pilkada yang diutarakan akhir Mei lalu.

Ahh bukan rahasia atau sembunyi-sembunyi. Itu prosesnya sudah lama, tapi muncul ketetapannya itu yang baru,” kelit Sekretaris DPD Partai Golkar Bali, Made Dauh Wijana, sembari terkekeh ketika ditemui usai membahas persiapan upacara mecaru di kantor DPD, Kamis (23/7/2020).

Bacaan Lainnya

Kata dia, selama ini Golkar dan mitra koalisi tetap bekerja untuk melahirkan paslon yang akan diusung dalam pilkada di enam kabupaten/kota di Bali. Semua diproses dengan baik sampai kemudian memunculkan nama-nama figur tertentu. Apalagi waktu pendaftaran pasangan calon ke KPU pada bulan September makin dekat.

“Kami kan dulu bilang ada tiga klaster pilkada, yakni klaster siap tempur, klaster pemantapan, dan klaster kejutan. Badung dan Denpasar itu masuk klaster kejutan, nah sekarang dengan munculnya paket Diatmika-Muntra ini Anda terkejut kan?” guraunya.

Khusus untuk Denpasar, imbuhnya, hanya soal waktu saja untuk diputuskan siapa yang dijagokan. Selama ini proses kandidasi juga bergulir di internal. Sementara untuk Tabanan sudah separuh jalan, karena Ngurah Panji Astika sudah mendapat surat tugas dari Golkar.

Baca juga :  Siapkan Tim Vaksinasi, Buleleng Diperkirakan Bakal Terima 400 Ribu Vaksin Corona

Lebih jauh diutarakan, banyak komunikasi dijalin dengan para tokoh masyarakat dan tokoh politik untuk menghadirkan palagan head to head di Bali. Dia bilang bersyukur Golkar dan koalisi didukung para mantan Bupati Badung, termasuk AA Gde Agung, untuk berburu sosok yang kapabel untuk ditandingkan. Itu membuktikan bagaimana kecintaan mereka terhadap Badung untuk menjadi lebih baik di masa mendatang.

Seorang sumber di Golkar Badung menuturkan, Diatmika dan Muntra menjadi harapan terakhir KRBB untuk menandingi, minimal menyangi, paket Giriasa yang diusung PDIP. Keduanya juga disebut siap lahir-batin untuk menghadirkan perubahan. “Kalau dari segi logistik, keduanya secara pribadi kuat itu. Belum lagi dukungan dari para mantan Bupati Badung, logistiknya tidak usah ditanya. Kalau 100 (miliar) masih mampu mereka itu,” sebutnya.

Soal kemampuan logistik itu, Dauh Wijana yang dimintai tanggapan lagi-lagi mengambang memberi jawaban. “Kalau ditanya ada ya pasti ada. Kalau ditanya adanya berapa, itu rahasia,” sahutnya sambil nyengir.

Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta, enggan menanggapi kepastian paket Diatmika-Muntra menjadi penantang petahana. Kata dia, kepastian secara legal bisa dilihat saat mereka benar-benar mendaftar sebagai kontestan. “Kami sebagai penyelenggara sederhana saja. Kalau mereka mendaftar, berarti Pilkada Badung ada head to head. Kalau tidak, berarti paslon tunggal,” ujarnya kalem. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.