Golkar Bantu Korban Banjir di Pekutatan

KETUA DPD Partai Golkar Jembrana, I Made Suardana, menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu (23/1/2021). Foto: ist
KETUA DPD Partai Golkar Jembrana, I Made Suardana, menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu (23/1/2021). Foto: ist

DENPASAR – Bencana banjir di daerah Kecamatan Pekutatan, Jembrana mendapat perhatian dari DPD Partai Golkar Bali dan Partai Golkar Jembrana. Bersama AMPG dan KPPG, sejumlah pengurus partai ini memberi bantuan paket sembako dan air mineral kepada puluhan warga yang rumahnya banjir di wilayah tersebut, Sabtu (23/1/2021). Selain itu, bersama warga, kader Golkar dan AMPG gotong royong membuat akses jalan di Desa Yeh Embang.

Ketua DPD Partai Golkar Jembrana, Made Suardana, mengatakan, banjir merendam sejumlah titik di Desa Medewi, Pekutatan. Sedikitnya ada 30 warga yang terdampak di lokasi ini. Kemudian ada pula 20 rumah warga di Pulukan, dan 16 rumah terendam banjir serta 3 rumah tergerus banjir di Pekutatan.

Read More

“Kami bersama DPD Partai Golkar Bali serta AMPG bakti sosial membagikan sembako dan air mineral  bagi masyarakat terdampak,” ucap anggota Komisi III DPRD Bali itu.

Sebagai pengurus partai dan kader Golkar, dia merasa bencana ini sebagai ruang melaksanakan tugas kemanusiaan. Hadir saat masyarakat membutuhkan dirasa sebagai karya nyata memberi motivasi kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, pun membantu memperingan beban hidup mereka bersama keluarga.

AMPG dan KPPG, sambungnya, menjadi penggerak terdepan Golkar untuk bakti sosial dan gotong royong bersama kepala desa dan warga Desa Yeh Embang membuat jalan pintas. Dengan adanya jalan darurat itu, 2.000 KK di tiga banjar dapat melewati dan beraktivitas kembali.

Lebih jauh diutarakan Suardana, untuk jangka pendek, warga minta bantuan pemerintah dalam bentuk sembako. Sementara untuk jangka panjangnya adalah pembangunan saluran air minum dan jalur transportasi yang terputus. Pada kesempatan itu, ulasnya, warga juga mengingatkan konsep keseimbangan Tri Hita Karana, karena banjir ini juga akibat ulah manusia.

“Pemerintah diminta membantu masyarakat mengelola alam untuk kesejahteraan di pinggiran hutan dan pinggir laut. Yang di pinggir hutan kesulitan air bersih, karena pipa saluran air bersih tergerus air sungai yang besar. Sementara masyarakat pesisir terkena musibah banjir bandang,” ulasnya.

Suardana mengakui, persoalan abrasi pantai masih jadi momok di Jembrana. Itulah mengapa warga terus menyuarakan agar pemerintah serius menata pesisir dari abrasi dan dampak ikutannya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal lain, imbuhnya, warga berharap pemerintah bisa membantu masyarakat menjaga keseimbangan alam untuk kesejahteraan, dan membuat masyarakat di pinggir hutan lebih sejahtera dan nyaman dalam menjaga lingkungan. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.