Golkar Badung Salurkan 20 Ton Beras untuk Masyarakat

  • Whatsapp
WAYAN Suyasa, Plt Ketua DPD Partai Golkar Badung, saat memberi sambutan dalam penyaluran bantuan sembako berupa 20 ton beras, minyak goreng, mi instan, dan masker untuk masyarakat Badung, Selasa (5/5/2020). Foto: gus hendra
WAYAN Suyasa, Plt Ketua DPD Partai Golkar Badung, saat memberi sambutan dalam penyaluran bantuan sembako berupa 20 ton beras, minyak goreng, mi instan, dan masker untuk masyarakat Badung, Selasa (5/5/2020). Foto: gus hendra

BADUNG – Pesan konteks tinggi diucapkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Badung, Wayan Suyasa, saat sambutan penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 alias Corona, Selasa (5/5/2020). Sedikitnya 20 ton beras dan kebutuhan pokok lainnya disiapkan, dan selanjutkan dibagikan lewat pengurus kecamatan. Suyasa mengingatkan semua pihak, termasuk kader Golkar, jangan dekati rakyat hanya kalau ada maunya saja. “Kita tunjukkan jati diri Golkar dalam keadaan seperti ini. Sekecil apapun bantuan itu tetap akan bermakna,” serunya.

Dalam kegiatan itu hadir Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry; semua anggota Fraksi Golkar DPRD Badung, dan Fraksi Golkar DPRD Bali. Yang cukup menarik adalah hadirnya Nyoman Muntra, tokoh Golkar di Badung yang sebelumnya digeser oleh Suyasa di struktur partai, dalam jejeran undangan kehormatan. Muntra yang kini masuk struktur DPD Partai Golkar Bali itu terlihat akrab mengobrol dengan Suyasa sebelum acara dimulai. “Terima kasih atas kehadiran tokoh Golkar yang sangat dihormati di Badung, Pak Nyoman Muntra,” sambut Suyasa disambut tepuk tangan hadirin.

Bacaan Lainnya

Menurut Suyasa, aksi sosial ini wajib dilakukan Golkar sebagai jawaban agar orang tidak apriori dengan orang politik. Stigma selama ini orang politik dekat dengan rakyat kalau ada maunya saja, itu yang ingin dipatahkan. Dia mengakui bantuan yang disiapkan memang tidak bisa memuaskan semua pihak, tapi Golkar tetap harus di depan untuk meringankan beban masyarakat. Suyasa bilang sangat menghormati hirarki di organisasi, maka apapun yang diputuskan di DPD I dilanjutkan ke jajaran DPD II sampai ke pengurus kecamatan.

Baca juga :  Tak Pakai Masker di Badung Siap-siap ‘’Push-up’’

Apapun yang dilakukan mengatasi dampak pandemi ini, sambungnya, dijalankan dengan ikhlas sebagai petugas partai. Jika tidak ada partai, dia dan koleganya tidak bisa menjadi anggota Fraksi Golkar DPRD Badung. “Partai itu nomor satu, maka kewajiban kita untuk menyisihkan gaji pokok selama enam bula demi membantu masyarakat. Kita siapkan 20 ton beras, minyak goreng, mi instan, APD, dan 6.000 masker,” urai Wakil Ketua DPRD Badung tersebut.

Menutup sambutannya, Suyasa juga mengingatkan pemerintah untuk bersatu dengan semua pihak, termasuk Golkar, dalam mengatasi dampak pandemi ini. “Saya harap pemerintah bijaksana dan bersama-sama membantu untuk meringankan beban masyarakat,” pintanya.

Spirit menyatukan kader juga dilakukan Sugawa Korry. Sebelum memberi sambutan, dia minta Muntra untuk menemaninya. “Pak Muntra silakan maju ke sini,” ajaknya. “Yang lain juga, silakan maju ke sini,” ujarnya sembari menunjuk posisi di kiri dan kanannya. Sugawa berkata perbedaan dalam politik itu biasa, tapi bersatu adalah solusi. “Kader Golkar harus bersatu,” sebutnya disambut tepuk tangan para kader. Sugawa mengapresiasi Golkar Badung yang bergerak nyata untuk membantu rakyat, suatu prinsip yang diajarkan dan sejalan dengan platform Golkar. Apalagi sumbangan sembako dari Golkar Badung itu bersifat mandiri dengan menyisihkan gaji mereka demi membantu masyarakat. Dia mengingatkan kader jangan melihat besar-kecilnya sumbangan, tapi bagaimana niat dan tekad sesuai platform partai. “Kita jangan menyalahkan siapapun, tapi berupaya memberi solusi. Bantuan ini hanya cahaya lilin di ujung terowongan, tapi memberi petunjuk jalan ke mana kita melangkah,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.