LOBAR – DPD Partai Gerindra NTB menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Sabtu (15/1/2022) yang menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Pertama, siap memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden pada Pilpres 2024; kedua, merekomendasikan Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Alkhairi, menjadi calon gubernur pada Pilkada NTB.
Selanjutnya, Nauvar Furqony Farinduan selaku Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB dan juga Ketua DPC Gerindra Lobar, diusung sebagai calon bupati Lobar. Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danny Karter Febrianto Ridawan, diusung menjadi calon bupati KLU. Cabup Lombok Tengah (Loteng) diamanahkan kepada Ketua DPD Gerindra NTB, HL Pathul Bahri.
“Kabupaten Sumbawa Barat ditugaskan kepada Ketua DPC Gerindra Sumbawa Barat, Iwan Panjidinata; dan Kabupaten Bima kepada Dahlan M. Noer sebagai calon bupati,” jelas Ketua DPD Partai Gerindra NTB, HL. Pathul Bahri, saat menyampaikan hasil rekomendasi Rakerda, Minggu (16/1/2022).
Pathul yang kini menjabat Bupati Loteng tersebut mengatakan, Rakerda yang berlangsung selama dua hari pada 14-15 Januari itu menegaskan komitmen kader partai untuk siap kerja keras memenangkan Prabowo Subianto menjadi Presiden periode 2024-2029. Termasuk kader yang direkomendasikan sebagai calon bupati dan calon gubernur, juga wajib dimenangkan pada Pilkada Serentak 2024 mendatang.
Terkait belum diumumkannya calon kepala daerah di beberapa daerah lain, yakni Kota Mataram, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu dan Kota Bima, dia berujar partai masih melakukan pengkajian. “Tapi, kami akan fokuskan bagaimana mengusung kader sendiri pada Pilkada Serentak NTB nanti,” janjinya.
Ketua Badan Pengawas dan Disiplin DPP Partai Gerindra, Bambang Kristiono, menambahkan, rekomendasi calon kepala daerah yang disahkan dalam Rakerda kali ini dapat berubah pada menit terakhir menjelang penetapan calon di tingkat Provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.
Intinya, Gerindra tetap akan mencermati konstelasi terakhir dari dinamika politik yang ada. “Tapi, saya pastikan saran dan masukan yang berasal dari arus bawah tetap menjadi patokan untuk ditetapkan DPP,” tegas politisi yang akrab disapa HBK itu.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu mendaku, rekomendasi yang ditetapkan dalam Rakerda adalah upaya partai agar para kader terbaik partai bisa menyiapkan diri lebih matang sedari awal.
Meski demikian, penentuan dan pengusungan final dalam pengambilan keputusan partai tetap berpatokan pada hasil survei elektabilitas calon kepala daerah, yang juga akan dilakukan DPP Partai Gerindra.
Hanya saja, lanjut HBK, meski partainya adalah partai komando, DPP diklaim sangat jarang akan mengubah hasil keputusan yang berasal dari arus bawah, yakni DPD dan DPC di semua wilayah di Indonesia.
Dengan diumumkan sedari awal, sambungnya, masyarakat NTB bisa mengenal para calon kepala daerah dari Gerindra. “Termasuk menyiapkan pertempuran memenangkan Pak Prabowo sebagai capres Gerindra pada Pilpres 2024,” lugasnya menandaskan. rul























