Geliat Produk Minyak Herbal di Arena Denfest Ke-17

JERO Sedap Malam (kanan) dengan produk Minyak Ratu yang ditampilkan di ajang Denfest Ke-17. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Selain menampilkan beragam produk kuliner serta beragam sajian hiburan, gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-17 tahun 2024 juga menampilkan produk-produk kreatif lainnya. Salah satunya produk herbal, seperti minyak herbal, yang dijumpai di beberapa stan di arena Denfest di sepanjang ruas Jalan Veteran depan Inna Bali Hotel. Setidaknya ada tiga stan yang menampilkan produk minyak herbal. Salah satunya yakni Minyak Ratu.

Jero Sedap Malam, owner Minyak Ratu, mengatakan, minyak ini memiliki khasiat untuk meringankan bengkak memar akibat keseleo, terkilir, atau terbentur. Juga bisa sebagai minyak gosok maupun minyak urut untuk membantu meredakan pegal linu dan sakit pinggang. “Buat yang sering pegal-pegal badannya, punya penyakit medis yang tidak kunjung sembuh atau ada penyakit lainnya, bisa dicoba dan buktikan pakai Minyak Ratu ini,” ujarnya, Rabu (25/12/2024).

Read More

Jero Sedap Malam menuturkan bagaimana awal mula dirinya meracik minyak ini. Hal itu berawal ketika masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu. Awalnya minyak ini dipakai untuk diri sendiri dan keluarganya. Lalu mulai diperkenalkan kepada kerabat dan teman-temannya.

Akhirnya, ada tawaran dari kenalannya dari Jakarta untuk menjadikan minyak ini sebagai produk komersil. Ia pun menyambut tawaran itu. Lalu pabrik dibangun di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Produknya juga dilengkapi izin edar serta telah terdaftar BPOM.

Terkait harga, Jero Sedap Malam mengatakan, satu botol Minyak Ratu kemasan 100 ml dibanderol Rp150 ribu. Selain dipasarkan di Bali, minyak ini juga dipasarkan di Jakarta. “Sejak awal juga sudah dijual di Amazon. Banyak dikirim ke luar negeri seperti Amerika, Australia, Jepang,” tutur perempuan yang sudah 25 tahun ngiring dan menjadi spiritual healer itu.

Jero Sedap Malam mengungkapkan, keikutsertaanya dalam Denfest baru pertama kali. Menurutnya, antusias pengunjung luar biasa. Terbukti, sudah hampir seratus botol Minyak Ratu yang laku terjual sejak hari pertama Denfest. “Meskipun produk baru, ternyata respons pengunjung luar biasa. Bahkan, ada yang baru sehari dua hari beli di sini sudah datang lagi. Katanya bisa tidur nyenyak. Ada juga yang bengkak, dua hari sembuh,” ungkapnya.

Selain produk minyak herbal, stan ini juga menawarkan minyak angin aroma terapi, boreh beras kencur (lulur Bali), serta dupa herbal, dengan tiga varian yakni kemenyan, gaharu, dan cendana. “Tiang juga melayani baca garis tangan dan buka aura,” imbuhnya.

Stan minyak herbal lainnya juga tidak kalah bergeliat. Misalnya di stan Taksu Taru Bali, yang menampilkan produk minyak herbal dan sabun herbal Taru Bali.

Diah, karyawati Taru Bali, menuturkan produk Taru Bali Nature mengandung berbagai macam jenis tanaman yang memiliki khasiat obat yang diolah secara tradisional. Terdiri dari 5 unsur pada tanaman, yaitu: bunga, buah/biji, daun, kulit, dan akar.

Minyak herbal Taru Bali, lanjut Diah, memiliki sejumlah manfaat. Antara lain sebagai antiseptik alami, mengurangi gatal-gatal akibat alergi atau gigitan serangga, membantu meringankan gejala ambeien.

Minyak ini juga dapat membantu meringankan nyeri akibat asam urat, rematik, keseleo, otot kejang, encok. Juga meringankan sakit kepala, demam, dan gejala flu lainnya. “Minyak Taru Bali juga membantu meringankan gejala insomnia dan susah tidur. Kandungan essensial oil membantu merelaksasi pikiran,” ujarnya.

Seperti halnya Minyak Ratu, Minyak Taru Bali ternyata juga tercetus ketika masa pandemi tahun 2020 lalu. Saat ini, produk ini sudah tersedia di beberapa apotik dan distributor di Bali. Bahkan, Taru Bali baru saja berhasil memiliki sertifikat Halal. “Ya, karena ada permintaan dari Jawa mau memasarkan produk ini di sana, tapi sebelumnya terkendala karena belum bersertifikat Halal,” ujar Diah.

Terkait penjualan di Denfest, Diah mengatakan, sehari bisa laku 5-10 botol minyak. Ada kemasan 100 ml seharga Rp160 ribu, kemasan 65 ml seharga Rp105 ribu, dan kemasan 30 ml seharga Rp55 ribu. “Selama Denfest, kami beri harga promo, untuk lebih mengenalkan produk Taru Bali. Kami juga memberi tester minyak ke pengunjung,” imbuhnya.

Sementara itu, di stan Taru Pramana, menampilkan dua produk minyak dan sejumlah produk herbal lainnya. Adapun minyak yang ditawarkan, yakni Minyak Singrong Jangkep dan Badimin Oil.

Ramuan Minyak Singrong Jangkep mengandung lebih dari 53 jenis rempah (isin rong ceraken dan akar-akaran). Adapun manfaatnya yaitu sebagai minyak urut atau pijat yang dapat membantu meredakan pegal linu, nyeri otot pinggang, membantgu meredakan bengkak, lebam akibat keseleo, terkilir, terbentur.

Produk berikutnya, Badimin Oil, dibuat menggunakan bahan-bahan alami dan diproses secara higienis. Mengandung 5 jenis minyak atsiri. Dengan manfaat: membantu meredakan nyeri rematik, asam urat, nyeri sendi, masuk angin, perut kembung, gatal-gatal akibat gigitan serangga.

Penjaga stan Taru Pramana, Ari, mengatakan, minyak ini diproduksi sejak tahun 2011. Sudah beberapa kali ikut berpameran di ajang Denfest. “Untuk Denfest sekarang, itu rata-rata bisa laku sekitar 10 botol minyak per hari,” ujarnya.

Ari menambahkan, produk-produk herbal dari Taru Pramana sudah ada di banyak tempat di Bali. Seperti di GWK, Toko Oleh-oleh Cening Bagus dan Karang Kurnia, Tiara Dewata hingga Coco Mart. Tersedia juga di Tokopedia, Shopee, dan Grab Mart. “Untuk harga, Minyak Singrong Jangkep 60 ml itu harganya Rp80 ribu. Sedangkan Badimin Oil harganya Rp100 ribu,” pungkasnya. rap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.