Gegara Ini, Ali Diborgol Polisi

  • Whatsapp
ALI Rohmat, sopir tabung gas ditahan jajaran Polsek Sukawati. Foto: adi
ALI Rohmat, sopir tabung gas ditahan jajaran Polsek Sukawati. Foto: adi

GIANYAR – Ali Rohmat (23), sopir tabung gas, mendatangi Polsek Sukawati pada Rabu (7/10/2020). Dia mengaku dibegal saat melintas di tanjakan simpang tiga Jalan Jagaraga, Desa Celuk, Sukawati. Setelah diusut, Ali ternyata membohongi polisi dengan membuat laporan palsu untuk mengelabui majikannya.

Saat melapor bersama majikannya, Ali berkata pada Rabu pukul 15.00 Wita diberi uang oleh bosnya untuk membeli gas ukuran 3 kg di PT Panca Jaya Gas, di daerah Celuk. Dari kediaman sang bos di Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Ubud, Ali mengemudikan pikap Suzuki Carry yang berisi tabung gas kosong. Di tanjakan Jalan Jagaraga, versi Ali, dia dihentikan dua orang naik motor Yamaha Jupiter. Pelaku pertama memakai baju kuning, dan yang dibonceng berbaju hitam.

Bacaan Lainnya

Kedua “begal” tersebut lalu mengikat jempol tangan Ali dengan tali krip, dan uang Rp2,5 juta untuk membeli gas dirampas. Uang gaji Ali Rp1,05 juta juga dibawa kabur, sehingga total kerugiannya diklaim Rp3,55 juta.

Menyelidiki laporan itu, Unit Opsnal Polsek Sukawati mendatangi lokasi kejadian. Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menginterogasi Ali, polisi menemukan sejumlah kejanggalan. Ali mengaku jempol tangannya diikat, tapi anehnya dia bisa melanjutkan perjalanan dengan kondisi tangan terikat. Ali pun berdalih dia memasang persneling 3, kemudian mobil tersebut dijalankan.

Baca juga :  Wawali Jaya Negara Buka Lokasabha X MGPSSR Kota Denpasar

Karena kejanggalan tersebut, Ali digeledah. Ternyata di dalam celana dalam Ali terdapat uang sejumlah Rp3,55 juta yang dikatakan dirampok itu. Uang itu diikat karet. Setelah menemukan fakta baru, Ali mengaku mengarang cerita begal, dan mengaku perlu uang untuk keperluan istri.

Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu Anak Agung Gde Alit Sudarma, seizin Kapolsek membenarkan adanya peristiwa itu. “Awalnya dia melaporkan dirinya dibegal, kemudian buat laporan. Setelah kami selidiki, ada kejanggalan, ternyata dia sendiri yang menyimpan uang tersebut dan rencananya akan dikirim ke istrinya,” jelasnya.

Tanpa banyak bicara, Ali pun pasrah ketika diborgol dan dijebloskan ke sel karena membuat laporan palsu. Dia kini dijerat  Pasal 220 KUHP. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.