FTBI 2026 Bukti Bahasa Ibu Masih Hidup, Tumbuh, dan Dicintai Generasi Muda

KASI Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Made Yudi Karnanda, foto bersama siswa usia membuka ajang FTBI 2026 tingkat SD di Denpasar, Rabu (16/9/2026). Foto: ist
KASI Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Made Yudi Karnanda, foto bersama siswa usia membuka ajang FTBI 2026 tingkat SD di Denpasar, Rabu (16/9/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Semangat ratusan siswa SD se-Kota Denpasar dalam mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 menjadi bukti nyata bahwa bahasa ibu masih tetap hidup, tumbuh, dan dicintai oleh generasi muda di tengah gempuran arus globalisasi.

Hal itu ditegaskan oleh Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Made Yudi Karnanda, saat membuka ajang FTBI 2026 tingkat SD di Denpasar, Rabu (16/9/2026).

Read More

“Semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini adalah bukti bahwa bahasa ibu kita masih hidup, tumbuh, dan dicintai oleh generasi muda,” ujar Yudi Karnanda membacakan sambutan Kadisdikpora Kota Denpasar.

Menurutnya, bahasa Bali beserta aksara dan sastranya bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan nilai-nilai kehidupan, etika, dan budi pekerti. Dengan menjaga dan memuliakannya, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga menanamkan karakter mulia kepada generasi penerus.

Dalam FTBI 2026 ini, sebanyak tujuh cabang lomba digelar untuk mengasah kreativitas siswa, mulai dari Nyurat Aksara Bali, Ngripta lan Ngwacen Puisi Bali Anyar, Ngripta Cerpen Berbahasa Bali, Masatua Bali, Matembang Sekar Alit, Mapidarta, hingga Babanyolan Tunggal.

Ia menyampaikan, tema FTBI 2026 yaitu “Pelestarian Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah sebagai Bagian dari Penguatan Jatidiri dan Pelindungan Bahasa Ibu” mengandung makna yang mendalam.

“Di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, kita dihadapkan pada tantangan besar tentang bagaimana menjaga jati diri bangsa dan daerah, terutama melalui pelestarian bahasa ibu yang merupakan identitas serta warisan luhur para leluhur,” ujarnya.

Pihaknya berharap FTBI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran serta kebanggaan bersama atas kelestarian bahasa dan budaya daerah di Bali. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.