POSMERDEKA,COM, JAKARTA – Karateka putri Indonesia Leica Al Humaira Lubis optimistis mampu meraih medali emas nomor kumite +68kg putri pada debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang. “Kalau satu sampai 10, ada di angka delapan,” kata Leica di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Karateka 21 tahun itu menyadari Asian Games akan menghadirkan tantangan berbeda karena sejumlah calon lawannya memiliki pengalaman lebih panjang dan menempati jajaran elite dunia.
“Ini kebetulan Asian Games pertama saya dan saya ikut Asian Games di usia yang relatif muda. Secara pengalaman mungkin saya jauh dibandingkan lawan-lawan yang notabene sudah masuk peringkat 10 dunia, bahkan ada yang peringkat satu dunia. Tapi saya percaya diri di 80 persennya itu,” ujarnya.
Kepercayaan diri Leica didukung hasil positif dalam setahun terakhir. Dia meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 pada nomor kumite +68 kg putri setelah mengalahkan karateka tuan rumah Songklin Kewalin pada partai final.
Leica kemudian melanjutkan tren tersebut dengan menjadi juara Asian Senior Karate Championship 2026 di Bali pada Juni. Pada kejuaraan Asia itu, Leica menaklukkan karateka Yordania Nara Yaser dengan skor 6-3 pada laga final.
Dalam perjalanannya menuju gelar juara, dia juga mampu melewati Arika Gurung dari Nepal yang berada dalam jajaran 10 besar dunia. Gelar juara Asia tersebut menjadi modal penting bagi Leica untuk menghadapi persaingan Asian Games sekaligus membuatnya makin yakin dapat bersaing dengan karateka terbaik benua tersebut.
Berdasarkan daftar peringkat World Karate Federation (WKF), Leica saat ini menempati peringkat ke-47 dunia pada kumite +68 kg putri dengan 870 poin.
Meski demikian, Leica mengatakan target medali emas yang diberikan kepadanya sempat menjadi tekanan sebelum dia mengubah cara pandang setelah berdiskusi dengan pelatih dan sejumlah karateka senior.
“Awalnya saya merasa terbebani, tapi seiring berjalan waktu, setelah banyak diskusi dengan senior-senior dan pelatih, saya coba ubah sudut pandang,” kata Leica, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Menurut dia, keberhasilan menjadi juara Asia bukan lagi menjadi beban untuk mengulang prestasi serupa, melainkan pemacu untuk membuktikan dirinya mampu menguasai persaingan di kelas +68 kg tingkat Asia.
“Hasil di AKF kemarin sebenarnya bukan beban buat saya, tapi jadi pecut. Salah satu pembuktian kalau saya bisa menguasai kelas saya di level Asia,” ujarnya.
Leica memperkirakan persaingan pada Asian Games tetap ketat. Selain tuan rumah Jepang, dia mewaspadai karateka dari Kazakhstan, Nepal, Yordania, dan Vietnam.
Indonesia menurunkan enam karateka pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yakni Christopher Elbert Setiabudi pada kata putra, Daniel Hutapea pada kumite +84 kg putra, M. Tegar Januar pada kumite -55kg putra, Marzella Sekar Damayanti pada kata putri, Leica pada kumite +68kg putri, serta Cok Istri Sanistya Rani pada kumite -55kg putri.
Cabang karate berupaya memperbaiki pencapaian Indonesia setelah pada Asian Games Hangzhou 2022 menyumbangkan satu medali perunggu melalui Ignatius Joshua Kandou pada kumite 75kg putra. yes
























