Fraksi PDIP Klungkung Minta Tiadakan Semua Festival

  • Whatsapp
KETUA DPRD Klungkung, AA Gde Anom; bersama Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Foto: ist

KLUNGKUNG – Ranperda APBD 2022 di Kabupaten Klungkung memang telah ditetapkan. Namun, selama pembahasan RAPBD, terdapat beberapa masukan dari DPRD yang disampaikan kepada Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, beserta jajarannya. Salah satu masukan itu terkait rencana Festival Nusa Penida yang masuk di RAPBD 2022, yang ditolak untuk dilangsungkan.

Fraksi PDIP melalui juru bicara Ni Ketut Sukarni, Selasa (23/11/2021) menyampaikan, mencermati penyampaian Nota Pengantar Ranperda tentang APBD 2022, ditengarai ada pos anggaran yang semestinya tidak terlalu urgen.

Bacaan Lainnya

Meski tidak urgen, pos anggaran ini dipaksakan dan sengaja dimasukkan sebagai program lengkap dengan mata anggaran, seperti Festival Nusa Penida.

“Padahal masih ada alternatif lain dalam promosi pariwisata, yaitu dengan melakukan promosi digital yang lebih efektif dan efisien. Maka dari itu, kami berpendapat semua festival dalam rangka promosi pariwisata di Klungkung ditiadakan,” tegasnya.

Masukan senada juga diungkapkan I Wayan Buda Parwata dari Fraksi Partai Hanura. Dia berujar, terdapat program pemasaran di Dinas Pariwisata dalam belanja operasional yang dirancang sebesar Rp3,849 miliar. Programnya yakni penguatan promosi melalui media cetak, elektronik dan media lainnya dalam maupun luar negeri.

Baca juga :  Nihil PSU Jadi Tanda Bawaslu Kerja Optimal, Pengawas Partisipatif Dinilai Berperan

Selain itu juga ada anggaran Rp1,551 miliar dengan program peningkatan kerjasama dan kemitraan pariwisata dalam dan luar negeri, dengan program penguatan promosi dan peningkatan kerjasama.

“Terhadap program pemasaran pariwisata dan kerjasama pariwisata perlu dipertimbangkan, mengingat kondisi negara-negara asal pariwisata yang masih dilanda pandemi Covid-19,” sebutnya.

Sementara Fraksi Persatuan Demokrat melalui juru bicara Gde Artison Andarawata minta Pemkab Klungkung menggalakkan promosi di semua platform media sosial.

Tak lupa, Artison juga mengingatkan Pemkab memberi pelayanan prima di dalam menjaga alam dan budaya, serta penataan fasilitas kepariwisataan yang juga bagian dari promosi. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.