JEMBRANA – Cuaca buruk akibat angin kencang dan derasnya arus yang terjadi di Selat Bali, membuat Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya (TPJ) kandas.
Namun sejak kandas empat hari lalu, hingga Senin (22/8/2022), kapal itu belum juga bisa dievakuasi. Perairan lokasi kandas KMP tersebut masih surut sehingga kapal belum bisa ditarik atau dilakukan evakuasi.
Sejak kandas, KMP TPJ yang melayani penyeberangan Gilimanuk-Ketapang ini belum bisa bergerak karena kondisi perairan yang masih surut. Bahkan, evakuasi sudah dilakukan beberapa kali dengan menarik menggunakan tugboat, tetapi tidak berhasil.
“Sejak empat hari lalu belum bisa dievakuasi. Kami masih menunggu air pasang yang lebih dari saat KMP itu kandas,” kata Nyoman Sastrawan selaku Koordinator Satpel BPTD Pelabuhan Gilimanuk, Senin (22/8/2022).
Sastrawan mengatakan, kemungkinan KMP tersebut bisa dievakuasi dua hari kedepan karena sesuai dengan perkiraan saat itu air pasangnya maksimal. “Mungkin dua hari kedepan airnya pasang maksimal. Maka saat itu baru kita lakukan evakuasi lagi. Karena KMP ini baru bisa bergerak jika ketinggian air 2 meter,” jelasnya.
Kejadian kapal kandas memang sering terjadi di jalur penyeberangan terpadat kedua di Indonesia ini. Apalagi di jalur lintas Gilimanuk-Ketapangsering terjadi cuaca ekstrem.
KMP TPJ kandas saat hendak keluar dari dermaga LCM berlayar ke Ketapang. “Saat itu KMP ini terseret arus karena angin kencang,” pungkas Nyoman Sastrawan. man























