MATARAM – Konsultan politik dari PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, menyarankan agar PPP menggunakan strategi dari rumah ke rumah untuk menjangkau pemilih pada Pemilu 2024. “Permainan partai harus sampai ke rumah-rumah pemilih, dengan begitu PPP punya peluang dipilih,” kata Eep saat menjadi narasumber pada workshop political marketing untuk seluruh kader dan fungsionaris DPW dan DPC se-NTB, Minggu (16/1/2022) malam di Kota Mataram.
Eep mengatakan, ada empat kelompok yang akan menentukan pilihan seseorang. Kelompok ini adalah diri sendiri, keluarga, ketua RT/RW, dan tetangga. Berdasarkan survei lembaganya pada 9-20 November 2020, responden yang menjawab bergantung dirinya sendiri dalam menentukan pilihan sebanyak 62,1 persen. Kemudian yang menjawab bergantung keluarga 15,9 persen, bergantung ketua RT/RW 2,2 persen, dan bergantung tetangga 2,1 persen.
“Kalau empat kelompok digabungkan disebut lingkungan politik mikro, lingkungan politik terkecil di mana pemilih menentukan pilihannya,” jelasnya.
Jika PPP tidak menjangkau pemilih sampai ke rumah-rumah, Eep menilai partai berlambang ka’bah tersebut tidak akan punya kesempatan dan peluang elektoral. Kata dia, ketika partai menjauh dari lingkungan yang diuraikan itu, maka partai itu tidak masuk ke radar penentuan pilihan elektoral para pemilih.
PPP sebelumnya menargetkan hasil Pemilu 2024 melebihi capaian Pemilu 1999. Untuk mencapainya, Ketua Umum PPP 2020-2025, Suharso Monoarfa, menyewa jasa PolMark yang dipimpin Eep sebagai konsultan politik sampai 2024. Pada Pemilu 1999, PPP meraih suara sebanyak 11.329.905. Pemilu 1999 juga kerap disebut-sebut sebagai masa gemilang partai berlambang ka’bah ini. Namun, setelah itu, suara PPP terus menurun. rul























