Duta Besar Uni Eropa Beri Kuliah Tamu di Universitas Udayana

WAKIL Rektor Unud, Prof. I Putu Gede Adiatmika (kiri), menyerahkan cenderamata kepada Dubes Uni Eropa, Vincent Piket, usai kuliah tamu di kampus Sudirman Denpasar, Rabu (20/4/2022). Foto: ist

DENPASAR – Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket, memberi kuliah tamu di Universitas Udayana (Unud) pada Rabu (20/4/2022) bertempat di kampus Sudirman Denpasar. Kuliah tamu yang mengangkat tema “The EU Green Deal and Climate Change” ini berlangsung secara luring dan daring.

Kedatangan Dubes Uni Eropa disambut oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama & Informasi Unud, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes.

Bacaan Lainnya

“Kita berbahagia sekali kedatangan tamu istimewa yaitu Duta Besar Uni Eropa, Mr. Vincent Piket. Ini adalah kunjungannya yang kedua setelah datang beberapa bulan yang lalu untuk berkunjung ke Udayana dalam rangka persiapan G20,” ujar Prof. Adiatmika mewakili Rektor Unud.

Kedatangan Dubes Uni Eropa istimewa pula karena sebelumnya memberi penghargaan European Union (EU) Star Award kepada empat mahasiswa S2 Ilmu Lingkungan Unud. Keempatnya yakni Putu Dedy Pratama, Pande Komang Gede Negara, Putu Eka Tulistiawan, dan I Ketut Sudiarta.

Empat peneliti yang juga bertugas di BBMKG Denpasar ini telah melakukan penelitian tentang Nyepi dan dampaknya terhadap perubahan lingkungan. Penelitian mereka dinilai berkontribusi bagi pemantauan iklim serta memberikan gambaran tentang kualitas udara perkotaan.

Baca juga :  Awas...! Sindrom "Smartphone Pinky" jika Anda Terlalu Lama "Chatting"

Dalam kuliah tamu ini, Vincent Piket memaparkan bagaimana peran dari Uni Eropa dalam menjaga lingkungan dunia dengan adanya climate change (perubahan iklim). Eropa membangun kebijakan yang sangat besar dan komprehensif untuk merespons situasi terkait dengan perubahan iklim.

Kebijakan ini disebut The European Green Deal. Yang merupakan peta jalan menuju ekonomi dan masyarakat UE yang betul-betul ramah lingkungan, sirkular, dan netral karbon pada 2050.

Meski kebijakan Green Deal ditujukan untuk Eropa, namun pihaknya sadar bahwa Eropa perlu bermitra di seluruh dunia untuk dapat mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.

“Uni Eropa memerangi perubahan iklim melalui kebijakan di dalam negeri dan kerja sama erat dengan mitra internasional, termasuk dengan Indonesia,” tegas Vincent Paket.

Dubes Uni Eropa memberi apresiasi kepada mahasiswa S2 Ilmu Lingkungan Unud yang berhasil mendapat penghargaan EU Star Award.

“Luar biasa, penelitian ini berhasil memenangkan penghargaan setelah bersaing dengan 700 riset dari seluruh dunia. Kami harap riset yang telah dilakukan dapat memberikan kontribusi dalam menyusun langkah-langkah peningkatan kualitas udara di kawasan perkotaan, demi kesehatan masyarakat dan lingkungan,” kata Vincent.

Wakil Rektor Prof. Adiatmika menambahkan, dengan adanya kunjungan dan kuliah umum dari Dubes Uni Eropa di Unud, diharapkan kerja sama antara Unud dengan berbagai perguruan tinggi di Uni Eropa akan berjalan lebih baik.

Baca juga :  Tak Terapkan Prokes, Enam Warga Disanksi “Push Up”

Kemudian makin banyak mahasiswa maupun dosen Unud yang bisa ke Eropa dalam rangka pertukaran mahasiswa atau pertukaran dosen. “Tentu harapannya mereka bisa mendapatkan beasiswa yang lebih banyak terkait dengan sponsorship dari Uni Eropa untuk pelajar di Eropa,” pungkasnya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.