Duh! Peredaran Narkoba di Tabanan Dikendalikan dari Lapas

KAPOLRES Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra, saat menggeber kasus narkoba berikut para tersangka dan sejumlah barang bukti, Senin (21/3/2022). Foto: ist

TABANAN – Dalam kurun waktu seminggu, Satnarkoba Polres Tabanan membekuk lima tersangka kasus narkoba. Terungkap pula bahwa sebagian para tersangka dalam mengedarkan barang haram tersebut dikendalikan oleh narapidana dari dalam lapas.

Lima tersangka yang ditangkap kini mendekam di Rutan Polres Tabanan. Kelimanya adalah Devi Eka Saputra (26) alias Mingun, I Gede Putu Giri Adnyana (39) alias Abud, Made Sedana Putra (35) alias Bolot, I Komang Juliadi (35) alias Mang Adi, dan Ari Ahlan (25) alias Arya.

Bacaan Lainnya

Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra, kemudian menggeber para tersangka berikut sejumlah barang bukti yang ada pada Senin (21/3/2022).

“Para tersangka tersebut ditangkap dalam seminggu terakhir. Empat di antaranya sebagai perantara jual-beli sabu-sabu yang dikendalikan napi dari dalam lapas, dan satu lainnya ditangkap sebagai pengguna,” ungkap Kapolres didampingi Kasatnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra dan Kasi Humas Iptu I Nyoman Subagia.

Tersangka Devi yang asal Banyuwangi dan beralamat di Denpasar, ditangkap di gang buntu pinggir jalan Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, 11 Maret 2022, sekitar pukul 22.30 Wita. Darinya, polisi menyita barang bukti (BB) berupa 10 paket sabu-sabu 2,92 gram, sebuah handphone, dan satu unit sepeda motor Honda Beat nopol DK 7250 EN.

Baca juga :  Pengelola Monkey Forest Tidak Rumahkan Karyawan

Dari tersangka Giri Adnyana, polisi menyita BB berupa tiga paket sabu-sabu 0,85 gram, sebuah handphone, satu unit sepeda motor Honda Vario nopol DK 8402 GG. Dia ditangkap di pinggir Jalan Yeh Gangga, Banjar Taman, Desa Gubug, Tabanan, 14 Maret 2022, sekitar pukul 18.30 Wita.

Pada 15 Maret 2022, polisi menangkap Sedana Putra, di pinggir Jalan Raya Abiantuwung, Kediri. Tersangka asal Kubutambahan, Buleleng, dan tinggal di Denpasar Barat, yang juga residivis dalam kasus yang sama pada 2019 itu, kedapatan sebagai perantara jual-beli sabu-sabu.

Dari tangan Sedana Putra disita BB berupa sembilan paket sabu-sabu 3,1 gram, satu celana pendek abu-abu, sebuah handphone, dan satu unit sepeda motor Honda Vario silver nopol DK 6642 QQ.

Juliadi yang asal Pekutatan, Jembrana, dan beralamat di Kuta Utara, Badung, ditangkap pada 15 Maret 2022, sekitar pukul 21.15 Wita. Dia ditangkap di tempat tinggalnya, dengan BB yang disita berupa 11 paket sabu-sabu 4,73 gram, sebuah handphone, bong, korek gas, pembungkus rokok, dan lain-lain.

Polisi juga menangkap Ari Ahlan yang asal Karangasem, di Jalan Dr. Ir. Soekarno, Banjar Dauh Pala, Tabanan, 17 Maret 2022, sekitar pukul 16.00 Wita. Polisi menyita BB berupa 10 paket sabu-sabu 2,92 gram, dan sebuah handphone.

Terhadap para tersangka tersebut, kata Ranefli, polisi menjerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp800 juta, paling banyak Rp8 miliar.

Baca juga :  Secara Nasional, Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 243 Orang, Meninggal hanya 8 Orang

Sementara Pasal 114 ayat (1) bagi perantara narkotika golongan 1, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp1 miliar. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.