Ini Alasan Togar Situmorang Tidak Boleh Ikut Mosorprov KONI Bali meski Kantongi Surat Mandat

PIMPINAN sidang Fredrik Billy (ketiga dari kiri) menyerahkan berita acara kepada Ketua Umum KONI Bali terpilih untuk masa bhakti 2022-2026, IGN. Oka Darmawan (kedua dari kiri). foto: ist

DENPASAR – Selain gugur dalam pencalonan ketua umum (ketum), Togar Situmorang juga tidak bisa ikut dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali, walau yang bersangkutan mengantongi surat mandat dari Pengprov POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Bali.

Alasannya? Karena mandat yang didapatkan Togar menyalani aturan, dimana yang bersangkutan tidak masuk dalam kepengurusan Pengprov POSSI Bali. Dengan alasan itulah, Togar tidak bisa ikut Musorprov KONI Bali yang dihelat di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (19/3/2022).

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dibenarkan Fredrik Billy selaku pimpinan sidang pada Musorprov KONI Bali tersebut, saat dikonfirmasi Selasa (22/3/2022). Sesuai ketentuan, Musorprov diikuti Pengprov cabor, KONI Kabupaten dan kota se-Bali dan badan fungsinal olahraga.

Memang, Togar kini menjabat Ketua Pengkot POSSI Denpasar. Sesuai ketentuan di AD/ART, mandat Pengprov POSSI Bali hanya bisa diberikan kepada anggota pengurusnya.

”Jadi tidak ada unsur kesengajaan apalagi ada upaya-upaya menjegal pak Togar yang punya niat dan tekad besar dalam sumbangsihnya memajukan olahraga Bali,” kata Fredrik Billy.

Aturan tersebut juga dibenarkan mantan Ketua Umum KONI Bali, Made Nariana yang kini menjabat Ketua Umum KONI Kabupaten Badung.

Baca juga :  PSSI Siap Ikuti Aturan Soal Bendera Merah Putih di Piala AFF 2020

”Memang pak Togar tidak berhak ikut. Ketua POSSI Bali juga salah, kok mandat diberikan kepada yang bersangkutan (Togar). Yang berhak ikut musorprov adalah pengurus provinsi (pengprov) cabor,” jelas Nariana lewat WA.

Terkait syarat calon ketua umum (caketum) harus menyodorkan minimal dukungan 20 suara, baik Billy maupun Nariana menegaskan sudah menjadi kesepakatan pengprov cabor anggota KONI Bai, badan fungsional olahraga dan 9 KONI Kabupaten/Kota se-Bali. ”Kalau zaman saya 15 suara, kemudian disepakati naik menjadi 20 suara,” terang Nariana.

Billy menambahkan, persyaratan seorang calon harus menyertakan surat dukungan tersebut sudah berjalan sedikitnya lima periode musorprov KONI Bali. Dan hal ini juga berlaku hampir di seluruh KONI provinsi di tanah air. ”Pemilihan ketum KONI Jawa Timur, NTB dan terakhir pemilihan ketum KONI DKI pada 12 Maret 2022, juga demikian,” pungkas Wakil Ketua Pengprov Perkemi Bali ini.

Sebagaimana diberitakan, IGN. Oka Darmawan melenggang mulus menduduki kursi ketua umum KONI Bali periode 2022-2026, karena tiga kandidat lainnya yakni Dewa Putu Susila, AA. Kompiang Gede dan Togar Situmorang gugur saat veritifikasi. Penyebab utamanya karena ketiganya tidak sanggup menyodorkan minimal 20 suara surat dukungan. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.