Duh! Banjir dan Tanah Longsor Landa Tujuh Kecamatan di Tabanan

  • Whatsapp
SEHARI semalam diguyur hujan deras, Sabtu (10/10/2020), sejumlah wilayah di Tabanan jadi lumpuh akibat banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Foto: ist
SEHARI diguyur hujan deras, Sabtu (10/10/2020), sejumlah wilayah di Tabanan jadi lumpuh akibat banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. foto: ist

TABANAN – Sehari semalam diguyur hujan deras, Sabtu (10/10/2020), sejumlah wilayah di Tabanan jadi lumpuh. Akibat digempur hujan, terjadi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Sedikitnya ada 15 titik yang dilaporkan telah terjadi bencana alam tersebut, yang tersebar di Kecamatan Tabanan, Kediri, Penebel, Kerambitan, Selemadeg Timur, Selemadeg, dan Selemadeg Barat.

“Tidak ada korban jiwa. Sementara total kerugian material belum bisa diprediksi,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, masih ada beberapa laporan bencana alam akibat dari hujan deras, yang menyusul dari beberapa tempat. “Untuk itu, kami bersama dengan Dinas PUPR Tabanan melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang mengalami rusak parah,” ujar Sucita.

Di Selemadeg, terjadi banjir dan longsor di beberapa tempat. Antara lain tembok penyengker Pura Dalem Desa Adat Munduk, Desa Bajera Utara, longsor sepanjang 30 meter. Kerugian material sekitar Rp75 juta.

Tanah longsor di Banjar Sukawati, yang berpotensi mengganggu jalur utama jalur Denpasar-Gilimanuk. Banjir di Banjar Bajera Sari, Desa Bajera, yang mengakibatkan dua rumah terendam, masing-masing milik I Ketut Lanus (43) dan I Made Astika Dana (33). “Wantilan Pantai Soka pun ambruk. Sementara pohon tumbang di timur Jembatan Bajera,” ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Budi Astawa.

Baca juga :  Dilantik Presiden, Raka Sandi Resmi Komisioner KPU RI

Tanah longsor dan banjir juga terjadi di halaman rumah warga, di Jalan Tukad Pancoran Blok X No. 11, Banjar Sanggulan Anyar. Longsor dengan kedalaman sekitar enam meter. Banjir terjadi di jalur masuk Perumahan Panorama Sanggulan, yang mengakibatkan 28 rumah warga terendam banjir setinggi sekitar satu meter.

“Seluruh warga sudah dievakuasi ke Museum Subak Sanggulan. Nihil korban jiwa,” ujar Kapolsek Kediri Kompol I Gusti Nyoman Wintara.

Jembatan putus terjadi di Lembah Sanggulan. Semua warga sudah dievakuasi ke Sanggulan Desa. Satu orang, Ahmad Soleh (26) mengalami luka, karena sempat terseret arus sungai, namun sudah mendapatkan pengobatan di rumah sakit.

Tanah longsor juga terjadi di Perum Sandan Sari Blok G, Banjar Jadi Pisah, Desa Banjar Anyar. Hal serupa terjadi di Perum Griya Multi Jadi, Banjar Jadi Pisah. Sementara banjir juga mengakibatkan jalan rusak, serta kejadia serupa di beberapa tempat.

Hujan deras juga mengakibatkan banjir dan tanah longsor dibeberapa tempat. Antara lain banjir di jalan umum Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Pertigaan Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan. Sementara tembok rumah kos-kosan pun roboh di Banjar Tengah, Desa Kerambitan.

Begitu juga di Penebel, terjadi pohon tumbang dan tanah longsor. Pohon tumbang di Desa Rejasa, tepatnya di Banjar Dinas Kelembang. “Tanah longsor terjadi di Desa Jatiluwih, di jalan subak yang mengubungkan antara Tempek Telabah Gede dan Tempek Kedamaian, Subak Jatiluwih,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Made Subadi.

Baca juga :  Keguguran, Sempat Diduga Positif Covid-19

Laporan bencara alam akibat hujan deras juga masih menyusul, sampai berita ini ditulis sekitar pukul 18.45 Wita. Beberapa warga pun mengaku waswas jika terjadi hujan deras susulan. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.