Dua Juta Pelajar dan Mahasiswa Konsumsi Narkoba

  • Whatsapp
KEPALA BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, bersama Plt Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat pelatihan soft skill di SMP Tunas Harapan Jaya. Foto: ist
KEPALA BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, bersama Plt Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat pelatihan soft skill di SMP Tunas Harapan Jaya. Foto: ist

DENPASAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat, seluruh kelompok masyarakat berpotensi menjadi target penyalahgunaan narkoba. Salah satunya pelajar dan mahasiswa. Lebih dari dua juta pelajar dan mahasiswa di Indonesia menggunakan narkoba pada satu tahun terakhir.

‘’Rata-rata usia pemakai narkotika pertama kali berkisar antara usai 17-19 tahun,’’ kata Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, saat pelatihan soft skill di SMP Tunas Harapan Jaya. Pelatihan soft skill sebagai rangkaian kegiatan pembentukan Desa Pemogan sebagai Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) juga dihadiri Plt Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya.

Bacaan Lainnya

Menurut Sugianyar, konsumsi narkoba di kalangan pelajar ini sebagai persoalan serius. Ia juga mengakui menciptakan kondisi pelajar terbebas sempurna dari narkoba bukan perkara gampang. ‘’Membangun milenial yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba tentu bukanlah pekerjaan yang mudah,’’ imbuhnya.

Ia menyebut ada tiga pihak yang jadi perhatian dalam mencegah penyebaran konsumsi narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ketiganya adalah lingkungan keluarga, lingkungan tempat belajar, dan lingkungan masyarakat.

Ia juga menyebutkan, kecenderungan pecandu narkoba untuk kembali menggunakan narkoba atau relapse cukup tinggi. Sekitar 90 persen dari jumlah pecandu narkoba yang telah melalui program rehabilitasi dari BNN cenderung mengulangi penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Baca juga :  Bupati Badung Targetkan Vaksinasi Tahap I Zona Hijau Tuntas April

Dia mengatakan terjadinya relapse dapat dicegah dengan sistem dukungan yang terus-menerus dan konstan. ‘’Ketika dukungan orang terdekat itu hilang, meski sesaat saja, maka celah untuk pecandu kembali menyalahgunakan narkoba menjadi jauh lebih besar, dan mereka cenderung jatuh kembali kesana. Jadi sangat penting untuk memberikan dukungan yang terus-menerus,’’ papar mantan Kepala BNN Provinsi NTB itu.

Sementara itu, Plt Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, menyatakan, tingginya peredaran kasus narkotika menjadi keprihatinan bersama. Untuk itu perlu peran serta semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkoba. Caranya, ketika mengetahui ada indikasi penyalahgunaan narkoba, masyarakat diminta untuk tidak takut melaporkan ke aparat kepolisian maupun BNN disertai bukti.

‘’Kalau kita melihat trendnya dari tahun ke tahun pasti meningkat itu. Karena itu menyangkut ekonomi dan bisnis apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini. Marilah kita semakin sadar untuk berbudaya sehat. Yang paling penting adalah menghindari narkoba. Apalagi kita kan saat ini menghindari pandemi Covid-19, ini lebih berat sebenarnya daripada menghindari narkoba. Oleh karena itu mari kita perangi narkoba, War On Drugs,” pintanya.

Ia menjelaskan, terpenting saat ini adalah bagaimana membentengi diri dan keluarga untuk tidak menggunakan narkoba. Masyarakat juga dihimbau saling mengawasi khususnya orang tua kepada anak-anaknya agar tidak tenggelam dalam jerat narkoba, dan dapat hidup sehat tanpa narkoba.

Baca juga :  Perbekel Sidakarya Meninggal Mendadak Akibat Serangan Jantung

Kepala SMP Tunas Harapan Jaya, I Wayan Adnyana, S.Pd.,M.Pd., Kamis (26/8/2021) berharap, dari kegiatan pelatihan soft skill ini, siswa dan keluarga besar SMP Tunas Harapan Jaya dapat berperan aktif melakukan kegiatan postif dan dapat membentuk satuan tugas untuk berkolaborasi bersama BNN dalam membentuk ketahanan diri remaja menuju generasi muda bersih dari narkoba. SMP Tunas Harapan Jaya di bawah naungan Yayasan El Samaritan, kata Adnyana, menerapkan kurikulum terintegrasi dengan mata pelajaran dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Di antaranya pada mata pelajaran agama dan BP, bahasa Indonesia, PJOK, PKn dan IPA Terpadu.

‘’Kami sangat mengapresiasi BNN Provinsi Bali yang telah memilih SMP Tunas Harapan Jaya sebagai pilot project dari program yang dimiliki BNN. Kami selalu mendukung program-program yang dilakukan BNN Provinsi Bali mewujudkanprogram  Sekolah Bersinar, mendukung Desa Pemogan Bersinar menuju Indonesia Bersinar,’’ lugas memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.