Dua Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar Ambil, Telanjur Dikubur, Rencana Kremasi Batal

  • Whatsapp
DUA jenazah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar tertukar saat diambil akhirnya dikubur berdampingan. Foto: ist
DUA jenazah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar tertukar saat diambil akhirnya dikubur berdampingan. Foto: ist

GIANYAR – Dua jenazah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar tertukar saat diambil. Insiden ini mengakibatkan rencana kremasi salah satu jenazah mesti dibatalkan, karena telanjur dikubur di setra adat setempat. Namun, kabar baiknya, kedua orang yang meninggal tercatat sebagai warga dari desa adat yang sama, sehingga dapat dikubur di kuburan yang sama.

Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Made Selamet, Jumat (13/8/2021) membenarkan adanya peristiwa itu. Dia menuturkan, salah satu warganya, Ni Gusti Made Rai, asal Banjar Tengkulak Kaja Kauh meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu (11/8/2021). Keluarga korban melaporkan hal tersebut ke prajuru adat. “Keputusannya, warga yang meninggal itu akan dikremasi pada 18 Agustus nanti,” jelasnya. 

Bacaan Lainnya

Kemudian, sambungnya, pada Kamis (12/8/2021) kembali ada warga meninggal dengan nama sama, Ni Gusti Made Rai, tapi berasal dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin. Meninggalnya pun sama, terkonfirmasi positif Covid-19, dan perawatannya juga di RSUP Sanglah. Bedanya, keputusan adat dan keluarga, warga yang meninggal pada 12 Agustus ini akan dilakukan dibuatkan upacara penguburan nyulub pada sore itu juga di Setra Adat Tengkulak Kaja. 

Baca juga :  Tanam Pohon Jadi Penanda Penutupan Masa Kampanye, Ngurah Ambara Tak Hadir

“Dua warga kami yang meninggal ini sebelumnya sama-sama dirawat di RSUP Sanglah. Jenazah mereka pun dititipkan di kamar jenazah yang sama, hanya saja di sana ketat,” kisahnya. 

Setelah persiapan selesai, jenazah yang harusnya Ni Gusti Made Rai asal Banjar Tengkulak Kaja Kangin, akhirnya datang diantar ambulans RSUP Sanglah. Proses penguburan pun menerapkan prokes. Hanya, dalam ambulans itu tidak ada petugas pengubur jenazah. Satgas Gotong Royong turun tangan melakukan pemakaman dengan APD seadanya. 

Dua jam setelah proses pemakaman, datang lagi keluarga yang bersangkutan, yang melapor ke prajuru adat bahwa jenazah ibunya yang telanjur dikubur itu ternyata tertukar. “Kami jadi bingung, karena berkaitan dengan adat. Warga meninggal yang telah dikubur tidak boleh digali lagi, kecuali di-aben kinembulan,” terangnya. 

Tertukarnya jenazah tersebut diketahui setelah keluarga ditelepon pihak RSUP Sanglah. Setelah meyakinkan keluarga, dia tanya dulu untuk memastikan. Prajuru kemudian berembuk, dan memilih mengecek langsung kebenarannya ke RSUP Sanglah.

Sayang, sampai di RSUP Sanglah, dia sempat tidak diizinkan masuk ke ruang jenazah. Namun, setelah ada perdebatan kecil, akhirnya dia diizinkan masuk, dengan syarat mengenakan APD lengkap. 

Setelah dicek, ditemukanlah jenazah Ni Gusti Made Rai asal Banjar Tengkulak Kaja Kangin yang seharusnya dikubur. Malam itu juga diputuskan keluarga pemilik jenazah yang akan melakukan kremasi untuk membatalkan, karena berkaitan dengan adat dan keselamatan secara niskala. “Keduanya akhirnya dikuburkan, prosesnya sampai jam 1.30 malam,” ungkapnya. 

Baca juga :  Wawali Jaya Negara Hadiri Karya Mamungkah di Pura Kahyangan Kesambi Kesiman

Saat ini, imbuh Selamet, kedua keluarga bisa menerima keputusan adat itu. Saat wawancara, kedua pihak keluarga pun datang menjemput bendesa untuk diajak bersama melaporkan pembatalan kremasi. “Keluarga yang akan kremasi ini sudah (memberi) DP (down payment atau uang muka), sekarang kami melapor, harapannya DP bisa dikembalikan,” lugasnya. 

Perbekel Kemenuh, I Dewa Nyoman Neka, berharap peristiwa ini bisa dijadikan evaluasi oleh pihak satgas atau rumah sakit. “Kalau mau jadikan ini evaluasi, SOP diperbaiki, nanti bisalah lihat untuk memastikan keluarga mereka. Karena ini nantinya berkaitan dengan sekala-niskala,” serunya bernada mengingatkan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.