Dua Bulan Lapor, Belum Ada Tindak Lanjut, Mantan Perbekel Desa Pering Khawatir Kasus Mandek

  • Whatsapp
MANTAN Perbekel Desa Pering, Blahbatuh Gianyar, I Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa, saat menyerahkan bukti-bukti pendukung laporanya di Polres Gianyar. Foto: adi
MANTAN Perbekel Desa Pering, Blahbatuh Gianyar, I Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa, saat menyerahkan bukti-bukti pendukung laporanya di Polres Gianyar. Foto: adi

GIANYAR – Mantan Perbekel Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, I Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa, berharap Polres Gianyar dapat segera menuntaskan laporan pencemaran nama baik yang dialaminya. Arika Sudewa, Kamis (24/4/2020), menjelaskan dirinya sudah melaporkan kasus yang dialaminya lebih dari dua bulan yang lalu ke Polres Gianyar, namun sampai kini belum ada titik terangnya.

‘’Saya berharap Polres Gianyar dapat segera menindaklanjuti laporan saya. Setelah berjalan hampir dua bulan lebih kasus pencemaran nama baik ini belum mendapatkan penyelesaian,’’ ujarnya.

Diungkapkanya, tambahan bukti-bukti sudah diserahkan ke penyidik pada 17 Maret 2020. Dari bukti-bukti itu, dapat diketahui bahwa Nyoman Kasub jelas-jelas melakukan pencemaran nama baik saya secara sengaja. ‘’Ada barang bukti video yang saya berikan ke penyidik. Ada bukti lampiran surat I Nyoman Kasub melaporkan atau mengadukan saya ke pejabat publik seperti ke DPD RI dengan pengaduan atau pemberitahuan palsu,’’ ungkapnya.

Baca juga :  Bantuan Ogoh-ogoh di Badung Rp40 Juta Tiap Sekaa Teruna

Arika Sudewa menjelaskan perbuatan pencemaran nama baik itu bisa dikenakan pidana 4 tahun penjara sesuai pasal 317 KUHP. “Barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” lanjut Arika Sudewa mengutip bunyi pasal 317 KUHP.

Arika Sudewa khawatir kasus yang dilaporkannya mandek di tengah jalan. Karena itu, dirinya memantau kelanjutan perkembangan laporannya di Polres Gianyar.Penyidik meminta dirinya menunggu karena penyidik perlu jawaban dari ahli pidana. Kapan ahli pidana akan dimintai pendapatnya, penyidik menginformasikan belum ada kepastian waktu tentang hal itu.

Baca juga :  Puluhan Dosen Poltek KP Jembrana Dites Cepat

‘’Ini yang membuat saya khawatir, laporan saya ini mandek. Secara logika kalau ahli pidana tidak memberikan pendapatnya, kan kasus saya diam begitu saja tidak ada kejelasan,” ujarnya.

Pelaporan dugaan kasus pencemaran nama baik I Gusti Agung Arika Sudewa oleh Nyoman Kasub bermula dari laporan Nyoman Kasub kepada anggota DPD RI Arya Wedakarna. Dalam suratnya kepada Anggota DPD RI Arya Wedakarna, Nyoman Kasub menuliskan adanya dugaan pemerasan dan pungli yang dilakukan mantan Perbekel Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, I Gusti Agung Arika Sudewa.

Mendapat laporan dari Nyoman Kasub, pada (7/11/2019) anggota DPD RI Arya Wedakarna melayangkan surat ke Arika Sudewa untuk minta klarifikasi terkait laporan Nyoman Kasub yang ditembuskan berbagai lembaga. Anggota DPD RI Arya Wedakarna juga menindaklanjuti laporan Nyoman Kasub dengan mengadakan pertemuan pada hari Rabu, 2 Januari 2020 di Kantor Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar. 011

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.