DPRD Karangasem Serap Aspirasi Masyarakat Desa Adat Bugbug

KETUA DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, saat menerima aspirasi dari masyarakat Desa Adat Bugbug. Foto: ist

KARANGASEM – Ratusan warga Desa Adat Bugbug, Kecamatan/Kabupaten Karangasem mendatangi DPRD Karangasem, Jumat (25/3/2022) untuk menyampaikan aspirasi. Selain itu, mereka sekaligus mengklarifikasi tuduhan yang dialamatkan terhadap Prajuru Desa Adat Bugbug saat ini yang dilakukan sejumlah oknum warga Desa Adat Bugbug.

Kelian Desa Adat Bugbug, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana, mengatakan, dia dan warganya datang untuk mengklarifikasi adanya enam aspirasi yang dilontarkan sejumlah warga Desa Bugbug ke MDA Provinsi Bali dan DPRD Bali, beberapa hari yang lalu.

Bacaan Lainnya

“Kami datang ke sini untuk klarifikasi agar keamanan dan kenyamanan di Desa Bugbug tetap terjaga. Karena dengan adanya petisi yang dilakukan sejumlah oknum ke MDA dan DPRD Provinsi Bali itu, sejumlah masyarakat di Desa Bugbug jadi bertanya-tanya terkait hal tersebut. Makanya kami datang ke sini untuk meluruskan tuduhan tersebut,” urai anggota Fraksi PDIP DPRD Bali tersebut.

Enam petisi yang dituduhkan sejumlah oknum terhadap Prajuru Desa Adat Bugbug yakni ada penyimpangan pemilihan Bendesa Adat yang bertentangan dengan pararem dan penuh dengan intimidasi, penggunaan dana hibah Gubernur yang difasilitasi anggota DPRD Bali tanpa melalui paruman (rapat) adat, dan dana hasil penjualan kayu tidak sesuai dengan hasil penjualan yang masuk ke Desa Adat.

Baca juga :  Terapkan Prokes Covid-19 Serangkaian Pujawali di Pura Pasar Agung Sebudi

Keempat, dana hasil penjualan tanah uruk hasilnya belum diketahui oleh krama. Kelima, penggunaan dana Desa Adat senilai Rp14,5 miliar yang dikumpulkan oleh Desa Adat selama 35 tahun ludes dalam waktu satu tahun; keenam, ada pembangunan vila di kawasan hutan lindung milik negara di lereng Bukit Gumang.

“Keenam petisi yang dituduhkan kepada Prajuru Desa Adat Bugbug tersebut semuanya tidak benar, sangat mengada-ada, dan sangat menyesatkan. Sebab, semua yang dituduhkan itu sudah melalui mekanisme yang jelas sesuai dengan aturan yang ada. Semua hal yang dituduhkan tersebut sarat nuansa politik yang dapat mengganggu ketentraman dan kenyamanan krama Adat Bugbug,” lugas Purwa Arsana.

Purwa mengaku akan mengambil tindakan tegas terkait tuduhan tersebut. Jika terbukti ada tindakan melawan hukum, dia berujar akan segera melapor untuk memberi efek jera agar tidak sewenang-senang lagi. Apalagi ini dilakukan sesama masyarakat Desa Adat Bugbug, tentu sikap itu tidak baik.

“Saya juga berharap untuk ke depan jika ada permasalahan di desa, sebaiknya langsung sampaikan saat ada paruman desa. Jadi, kita bisa mencari jalan yang terbaik,” ajaknya.

Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Adat Bugbug yang menyampaikan aspirasi dengan tertib, pun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pada intinya, dia selaku nakhoda DPRD menerima aspirasi yang disampaikan oleh krama Desa Adat Bugbug.

Baca juga :  Dinihari Tadi, Kuta Selatan Diguncang Gempa 6,6 SR

“Kami sudah serap semuanya. Selain itu dokumen pelengkap juga sudah kami terima. Selanjutnya terkait dengan aspirasi ini, kami akan koordinasi dengan dinas atau lembaga terkait untuk mencari jalan yang terbaik,” tegasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.