DPRD Buleleng Panggil Perumda Pasar Arga Nayottama, Sikapi Kenaikan Retribusi Sewa Toko Pasar Banyuasri

  • Whatsapp
PERTEMUAN digelar DPRD Buleleng melibatkan pihak terkait, membahas keluhan pemilik toko di areal Pasar Banyuasri yang keberatan atas naiknya tarif sewa harian dan bulan toko. Foto: rik
PERTEMUAN digelar DPRD Buleleng melibatkan pihak terkait, membahas keluhan pemilik toko di areal Pasar Banyuasri yang keberatan atas naiknya tarif sewa harian dan bulan toko. Foto: rik

BULELENG – Keluhan para pemilik toko di areal pasar Banyuasri, di Kelurahan Banyuasri, Buleleng terkait tarif retribusi sewa harian dan bulanan toko di pasar tersebut yang dirasa memberatkan mereka, disikapi anggota legislatif. Pada Jumat (4/6/2021) DPRD Buleleng memanggil pihak-pihak terkait serta dari perwakilan pemilik toko, untuk membahas persoalan ini.

Selain dihadiri perwakilan pemilik toko di Pasar Banyuasri, dalam pertemuan ini juga dihadiri Direktur Utama (Dirut) Perumda Perumda Pasar Arga Nayottama Buleleng, bersama pihak terkait, dan para anggota DPRD Buleleng, dipimpin Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Gede Suradnya, di ruang rapat gabungan Komisi DPRD Buleleng.

Bacaan Lainnya

Salah seorang perwakilan pemilik toko di Pasar Banyuasri, Sugeng, mengatakan, kenaikan retribusi sewa harian dan bulanan toko di pasar Banyuasri mencapai 700 persen. Menurut Sugeng, sangat memberatkan para pemilik toko, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19.

Selain kenaikan retribusi, para pedagang mengeluhkan mengenai jalur keluar-masuk dari pengunjung yang saat ini satu pintu, yang dapat mematikan pedagang yang tidak berada di jalur itu. ‘’Kami berharap ada solusi terkait hal ini. Kami minta, ada keringanan tarif retribusi selama pandemi ini,’’ kata Sugeng.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Pasien Sembuh kembali Meningkat, Tambahan Positif 8 Orang

Untuk diketahui, kenaikan tarif sewa untuk besaran sewa harian yang dikenakan kepada pemilik atau penyewa toko di Pasar Banyuasri dari sebelumnya Rp3 ribu menjadi Rp20 ribu. sedangkan, untuk sewa bulanan dari awalnya Rp147 ribu menjadi Rp400 ribu.

Dirut Perumda Perumda Pasar Arga Nayottama Buleleng, Made Agus Yudiarsana, menegaskan, retribusi yang naik sekarang ini merupakan hasil dari appraisal yang dilakukan saat sebelum Pasar Banyuasri dibuka. Nilai yang ditagihkan saat ini, menurut Yudiarsana, justru lebih kecil daripada apa yang disarankan oleh tim appraisal.

Mengingat, biaya operasional pasar Banyuasri yang sangat tinggi untuk perawatan bangunan dan peralatan yang ada. ‘’Tidak asal PD Pasar menentukan (tarif sewa) itu. Dasar kami kan appraisal. Kalau dilihat dari appraisal, justru tinggi bisa Rp149 ribu harian, bulanan lebih sadis. Rp400 ribu itu kan global kios, bukan per meter persegi,’’ ujar Yudiarsana.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Gede Suradnya, mengaku, akan segera meminta Komisi III turun langsung ke pasar untuk melakukan monitoring ke lapangan, agar bisa melihat secara langsung kondisi yang terjadi di Pasar Banyuasri. Suradnya juga berharap, agar kedepan bisa ada solusi terbaik, menyikapi persoalan yang ada di Pasar Banyuasri.

‘’Saya justru berharap, ke depannya mungkin agar para pemilik toko ini diberikan keringan untuk retribusi sewa, apalagi di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, jelas penghasilan yang diperoleh oleh mereka (para pedagang atau pemilik toko, red) berkurang,’’ pungkas Suradnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.