Dorong Partisipasi Pemilih Lewat Sekaa Teruna, Ini Strategi KPU Denpasar

  • Whatsapp
Wayan Arsajaya (kanan) saat sosialisasi Pilkada Denpasar 2020 di wilayah Kelurahan Serangan, Densel beberapa waktu lalu. Foto: gus hendra
Wayan Arsajaya (kanan) saat sosialisasi Pilkada Denpasar 2020 di wilayah Kelurahan Serangan, Densel beberapa waktu lalu. Foto: gus hendra

DENPASAR – Ancaman rendahnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Denpasar 2020 akibat pandemi, memaksa KPU Denpasar membuat terobosan kreatif. Yang dipilih adalah membuat lomba pembuatan dan pemasangan alat peraga sosialisasi (APS) ramah lingkungan. “Kami menyasar peserta dari sekaa teruna seluruh Kota Denpasar,” kata Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, Minggu (15/11/2020).

Masa pendaftaran lomba, sebutnya dimulai sejak 15 November sampai dengan 4 Desember 2020 di kantor KPU Denpasar atau memakai aplikasi Google Sheet. Setiap peserta berstatus mewakili sekaa teruna. Jenis alat yang dilombakan yakni baliho, spanduk, umbul-umbul atau jenis lain yang terkategori alat peraga. Hasil karya wajib didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di Instagram masing-masing sekaa teruna.

Bacaan Lainnya

“APS yang dibuat dipasang di depan area banjar atau tempat strategis lainnya di lingkungan banjar itu, dengan tetap memperhatikan etika dan estetika. Bahan yang dipakai yang ramah lingkungan seperti triplek, kain, bambu, kertas atau bisa juga bahan bekas dari proses daur,” urainya.

Di setiap APS, sambungnya, wajib berisi seruan atau ajakan menyukseskan dan menggunakan hak pilih di Pilkada Denpasar pada 9 Desember 2020. Peserta juga wajib menyertakan tagar #AyoNyoblos, #SelamatkanDemokrasidiMasaPandemi, #SukseskanPilwaliDenpasar2020, #NgulatiDenpasarshanti. Selain itu harus mengikuti akun Instagram KPU Denpasar dan lima akun sekaa teruna lainnya. “Peserta dilarang memuat konten kampanye pasangan calon, partai politik, tokoh partai politik, isu negatif SARA dan pemilihan,” ungkapnya.

Baca juga :  Diusung Koalisi, Ambara-Kertanegara Siap Tumbangkan Hegemoni PDIP di Denpasar

Hadiah lomba ini lumayan menggiurkan, total mencapai Rp 10 juta ditambah piagam. KPU juga menyediakan insentif Rp 200 ribu kepada setiap peserta, dengan kualifikasi pemenang dari juara 1-3 dan juara harapan 1-3. Khusus pemenang favorit, ditentukan dari jumlah “like” kategori 1-3 di akun Instagram KPU Denpasar.

Menurut Arsajaya, lomba ini mendorong partisipasi sekaa teruna untuk kepentingan diri sendiri dan lingkungan. Karena itu dia menyilakan peserta membuat konten sesuai kreativitas mereka, dengan tujuan menarik animo pemilih menggunakan hak suara di TPS. Bahwa jika kemudian sekaa teruna yang menjadi juara tapi partisipasi pemilih di banjar itu rendah, Arsajaya berkata tidak memasalahkan.

“KPU tidak hanya mendorong masyarakat datang ke TPS, tapi mengedukasi pemilih pentingnya berdemokrasi dan pendidikan politik. Melalui lomba ini juga kami mengajak kerelaan sekaa teruna dan menggiatkan kegiatan ramah lingkungan, karena bahan lombanya dapat memakai bahan daur ulang,” ulasnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.