DLH Gianyar Diminta Data Pengolahan Sampah Medis Swasta, Dinkes Sempat Mangkir Undangan DPRD Gianyar

  • Whatsapp
RAPAT Komisi IV DPRD Gianyar bersama Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Dinas Kesehatan Gianyar dan RSUD Sanjiwani, membahas pembuangan sampah medis di Kelurahan Bitera. Foto: adi
RAPAT Komisi IV DPRD Gianyar bersama Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Dinas Kesehatan Gianyar dan RSUD Sanjiwani, membahas pembuangan sampah medis di Kelurahan Bitera. Foto: adi

GIANYAR – Komisi IV DPRD Gianyar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Dinas Kesehatan Gianyar dan RSUD Sanjiwani menggelar rapat membahas pembuangan sampah medis di Kelurahan Bitera, Gianyar, Kamis (10/6/2021). Rapat tersebut diwarnai kekesalan Ketua Komisi IV, Ni Made Ratnadi,  lantaran Dinas Kesehatan Gianyar tidak hadir meskipun sebelumnya diundang.  Ratnadi lalu memerintah staf DPRD Gianyar untuk minta Dinas Kesehatan Gianyar hadir. Selang beberapa waktu kemudian, Sekdis Kesehatan Gianyar, AA Gede Suputra, pun muncul di ruang rapat di Sekretariat DPRD Gianyar. 

Sebagai perwakilan OPD, Suputra diminta menjelaskan apa yang dilakukan Dinkes Gianyar terkait pembuangan sampah medis tersebut. Sayang, jawaban Suputra tidak mampu memuaskan Dewan. Sebab, Dinkes hanya bersurat kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar memantau dan memperketat pengawasan anggotanya dalam mengolah sampah medis. Ratnadi akhirnya minta Dinkes Gianyar bersama DLH Gianyar mendata praktik swasta dan praktik mandiri, serta mengecek pengelolaan sampah medisnya. 

Bacaan Lainnya

“Kami mau agar praktik swasta dan praktik mandiri didata, dipastikan mereka telah mengelola sampah medis dengan baik. Juga harus ada pengawasan terhadap pegawai rumah sakit pemerintah di luar jam kerjanya, jangan sampai terjadi lagi seperti ini,” serunya. 

Baca juga :  Menparekraf-Gubernur Koster Bahas Kredit Lunak untuk Pelaku Pariwisata Bali

Wadir RSUD Sanjiwani, Ida Ayu Made Sasih, berkata, terduga pelaku pembuang sampah medis di Bitera tidak ada sangkut pautnya dengan RSUD Sanjiwani. Dia mengakui terduga pelaku memang bekerja di RSUD Sanjiwani, tapi sampah yang dibuang tersebut tidak berkorelasi dengan Sanjiwani. Alasannya, sampah itu dihasilkan dari praktik mandiri yang dilakukan yang bersangkutan oknum itu di luar jam kerjanya di Sanjiwani. 

“Itu oknum, bukan rumah sakit. Kami di RSUD Sanjiwani pengelolaan sampah medis sudah jelas, bekerja sama dengan pihak ketiga. Kalau oknum, biar atasannya yang menegur. Dan untuk sanksinya itu kewenangan Dinas Kesehatan,” cetusnya.

Menurut Kepala DLH Gianyar, Ni Made Mirnawati, lembaganya tidak memiliki kewenangan dalam mengelola sampah medis. Instansinya hanya berwenang memberi rekomendasi teknis tempat penyimpanan limbah B3. “Di Gianyar hanya dikeluarkan perizinan penampungan limbah sementara, mereka wajib melakukan kerjasama dengan pihak ketiga,” jelasnya.

“Soal sampah di Bitera, kami sudah surati semua pelayan kesehatan di Kabupaten Gianyar agar tidak membuang sampah medis sembarangan,” tambahnya. 

Dalam rapat tersebut terungkap, terduga pembuang sampah medis sembarangan itu merupakan pegawai kontrak di RSUD Sanjiwani yang membuka praktik pribadi. Anggota Komisi IV, Ngakan Ketut Putra, yang mengutarakan temuan tersebut. Hal itu diketahui berdasarkan nomor telepon yang terdapat di tumpukan sampah medis di Bitera. Ketika ditelepon, ternyata pemilik telepon seorang warga yang usai berobat di sebuah praktik perawat di Gianyar. Hanya, saat rapat itu identitas terduga pelaku masih disembunyikan.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Luncurkan Aplikasi DEVI, Memandu Masyarakat Melalui WA

Ngakan Putra tidak menyalahkan RSUD Sanjiwani, karena perbuatan yang dilakukan oknum tersebut di luar tugasnya di RSUD Sanjiwani. Dia malah mengapresiasi selama ini pengelolaan sampah medis di RSUD Sanjiwani sudah bagus. Terkait persoalan hukumnya, dia menyerahkan polisi yang menyelesaikan. “Namun, kami tetap inginkan RS Sanjiwani dan Dinas Kesehatan memberi sanksi kepada oknum tersebut, supaya ada efek jera,” sebutnya menegaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.