SOLO – Pelatih Barito Putera Djadjang ‘Djanur’ Nurjaman memuji daya juang para pemainnya yang sanggup mengejar defisit trogol dari PSIS dalam laga partai kedua Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021), yang berakhir seri 3-3.
Menurut juru taktik berusia 61 tahun itu, semua pemainnya sadar bahwa mereka sedang berada di belakang tiga gol lawan. “Motivasi para pemain untuk mengejar ketinggalan cukup tinggi,” ujar Djanur setelah pertandingan usai.
Alih-alih kehilangan motivasi, Laskar Antasari justru semakin fokus. Perubahan taktik Djadjang dari bermain melebar menjadi menusuk dari tengah dijalankan dengan baik. “Kami mengubah strategi di mana kami jadi lebih berani menusuk dari tengah,” tutur Djadjang, yang dilansir dari antaranews.
Sementara, Rizky Pora, pencetak gol pamungkas Barito Putera pada pertandingan tersebut, merasa bersyukur atas satu angka yang diraih timnya. Laga tersebut menurutnya rumit karena mereka baru menjalani laga kompetitif setelah satu tahun pandemi Covid-19. “Alhamdulillah, ini berkat kerja keras tim. Pertandingan pertama ini cukup berat karena kami sudah lama tidak bermain,” ujar pria berusia 31 tahun itu.
PSIS unggul 3-0 terlebih dahulu melalui Fandi Eko Utomo (32′), Hari Nur Yulianto (34′) dan Komarudin (40′). Barito Putera kemudian mengejar berkat gol-gol Donald Bissa (48′), Bayu Pradana (83′) dan Rizky Pora (90+4′).
Kapten PSIS Semarang Hari Nur Yulianto menyebut bahwa kartu merah yang diterima pelatihnya Dragan Dukanovic memengaruhi mental tim sehingga tak mampu mempertahankan keunggulan tiga gol. “Kartu merah itu memang sedikit berpengaruh,” ujar Hari saat konferensi pers.
Dragan Dukanovic dikartu merah pada menit ke-74 setelah menunjukkan sikap emosional di hadapan wasit. Setelah itu, Barito Putera yang sebelumnya sudah memperkecil kedudukan menjadi 1-3 berkat gol Donald Bissa, mampu meraup dua gol tambahan dari Bayu Pradana (83′) dan Rizky Pora (90+4′).
Sementara asisten pelatih PSIS Imran Nahumarury menganggap seri 3-3 kontra Barito Putera dapat diterima karena skuadnya baru menjalani persiapan selama dua minggu.
Akan tetapi, Imran tak bersembunyi di balik alasan tersebut. Sebab, anak-anak asuhnya juga memiliki andil atas hasil itu. “Anak-anak tampil luar biasa. Namun, inilah sepakbola, apa saja bisa terjadi ketika kita kehilangan konsentrasi,” kata dia.
Arema vs Tira Persikabo
Sementara itu, pada laga pembuka (pertama) sebelumnya antara Arema Malang dengan Tira Persikabo 1973 juga berakhir imbang 1-1. Tira Persikabo unggul terlebih dahulu melalui gol Ahmad Nufiandani pada menit ke-11, sebelum Arema memaksakan hasil imbang lewat gol Dendi pada menit ke-82.
Pelatih Arema, Kuncoro mengakui para pemainnya kalah stamina dari Tira Persikabo. “Meski kami unggul secara materi pemain, tetapi kami kalah stamina,” ujar Kuncoro usai pertandingan.
“Mungkin kami memiliki setidak-tidaknya tiga peluang bagus cuma tidak ada yang menjadi gol. Gol kami justru datang dari situasi yang tidak disengaja. Kami bersyukur untuk itu, tetapi kami akan terus berbenah,” tutur Kuncoro. yes
KLASEMEN SEMENTARA
GRUP A
1.Barito Putra 1 0 1 0 (3-3) 1
2.PSIS 1 0 1 0 (3-3) 1
3.Arema 1 0 1 0 (1-1) 1
4.Tira Persikabo 1 0 1 0 (1-1) 1
























