Diultimatum Wajib Tertata Setelah Nyepi, Bupati Mahayastra Tertibkan Pedagang di Sukawati

BUPATI Gianyar, Made Mahayastra, didampingi Sekda Dewa Gede Alit Mudiarta, dibantu Polri dan TNI saat melakukan penertiban pedagang di sekitar Pasar Sukawati. Foto: ist

GIANYAR – Banyaknya pedagang yang berjualan di badan jalan dan di atas trotoar sekitar Pasar Sukawati, menyebabkan semrawut dan kemacetan. Kondisi itu membuat Bupati Gianyar, Made Mahayastra, didampingi Sekda Dewa Gede Alit Mudiarta dan pejabat terkait, baik dinas maupun adat, serta dibantu petugas Polri dan TNI melakukan penertiban pedagang tersebut, Kamis (16/3/2023).

Mahayastra menginstruksikan agar penertiban para pedagang yang menggunakan trotoar atau badan jalan dilakukan secara konsisten dan adil. “Semua aparat Satpol PP, atau prajuru adat harus konsisten. Sekali kita bertindak tidak boleh lemah, setelah itu harus ada keadilan, sekali kita tidak adil akan jadi masalah atas kebijakan kita,” serunya.

Read More

Mahayastra mencontohkan toleransi terhadap beberapa pedagang akan menjadi pemicu kegagalan dari program penertiban. “Harus ada keadilan, harus ada konsistensi, serta tidak mengenal lelah,” sambungnya.

Tak hanya melakukan penertiban, Mahayastra juga menyiapkan solusi dengan memberi tempat berjualan bagi pedagang bermobil, atau pedagang emperan, di tempat yang telah ditentukan. Pedagang yang menggunakan badan jalan atau trotoar dan tidak memiliki lapak di Pasar Sukawati, diarahkan berjualan di Pasar Tenten Gelumpang.

Penertiban akan dilaksanakan intensif sampai terciptanya kondisi yang nyaman bagi pedagang, pembeli dan masyarakat umum. Untuk itu, Mahayastra mengerahkan 30 personel Satpol PP Gianyar ditambah 14 dari kecamatan untuk menjaga empat titik rawan kesemrawutan akibat pedagang liar. 44 personel itu dibagi menjadi empat kelompok untuk menjaga empat titik selama tiga bulan mendatang.

Kepada kades, Mahayastra memerintah agar setelah Nyepi memberi peringatan terakhir bagi yang berjualan melewati trotoar. Hanya dengan kerja keras dan konsistensi hasil yang maksimal dapat diraih. Karena berada di lingkungan banjar, dia berujar pasti banyak ada keluarga yang jualan.

“Saya harap semua konsisten dan adil agar Sukawati benar-benar tertata, apalagi telah menjadi destinasi wisata. Ini yang harus kita jaga untuk menjaga kenyamanan dan keamanan. Setelah Nyepi, peringatan terakhir harus diberikan,” pungkas Mahayastra. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.