Ditunda, Penebaran Eco Enzim di Danau Batur

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup Bangli, Putu Ganda Wijaya. Foto: ist
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup Bangli, Putu Ganda Wijaya. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Salah satu cara yang dilakukan guna menghindari terjadi pencemaran di Danau Batur, Kintamani adalah dengan menebar cairan alami dari fermentasi sampah  organik (buah dan sayur) atau dikenal dengan istilah eco enzim. Penebaran eco enzim di Danau Batur dilakukan dua kali dengan melibatkan ASN di lingkungan Pemkab Bangli, pemerhati lingkungan dan masyarakat. Untuk sementara penebaran eco enzim di Danau Batur distop sementara, karena masih menunggu program lebih lanjut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangli, Putu Ganda Wijaya, Selasa (2/9/2025) mengatakan, penebaran cairan eco enzim di Danau Batur terakhir dilakukan sekitar dua bulan lalu. Untuk penebaran berikutnya masih menunggu program. “Sambil menunggu program, maka penebaran eco enzim di Danau Batur kita stop dulu,” ujarnya.

Read More

Lebih lanjut Ganda mengatakan, penebaran eco enzim sejatinya bertujuan sangat mulia, yakni untuk meningkatkan kualitas air danau. Total eco enzim yang ditebar di Danau Batur mencapai 500 ton lebih, dari volume air Danau yang mencapai 800 ribu meter kubik.

Setelah penebaran eco enzim, dia menilai secara kasatmata kini  kondisi air Danau Batur sangat bagus. Meski demikian, untuk memastikan kondisi air Danau Batur secara ilmiah, harus melalui uji laboratorium. Program ini juga berfungsi untuk mengurangi sampah organik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. “Kami masih menunggu jadwal  penebaran eco enzim berikutnya,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.