Ditinggal Kerja, Widiada Ancam Pacar dengan Sabit

  • Whatsapp
TERSANGKA Widiada beserta barang bukti curas saat ditunjukan polisi di Mapolres Buleleng. Foto: rik
TERSANGKA Widiada beserta barang bukti curas saat ditunjukan polisi di Mapolres Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Kesal lantaran ditinggal sang kekasih yang kembali bekerja di Cafe pascaberkorban materi, Nyoman Widiada (49) terpaksa kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Widiada nekat melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap barang milik mantan kekasihnya bernama Mutmainah (32) asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Pria asal Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini dibekuk oleh jajaran Satreskrim Polres Buleleng, pada Senin (26/10/2020) usai melakukan aksinya terhadap mantan pacarnya.

Bacaan Lainnya

Kejadian ini bermula, saat tersangka Widiada mendatangi warung Jati di Banjar Dinas Bangah, Desa Panji,  Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Senin (26/10/2020) sekitar pukul 12.00 wita. Di warung tempat korban bekerja itu, tersangka Widiada pun menemui korban Mutmainah yang tinggal sementara di wilayah Desa Sambangan.

Tersangka kemudian menarik secara paksa kalung yang digunakan korban Mutmainah dan mengambil handphone (Hp) yang merupakan pemberian dari tersangka Widiada kepada korban. Saat mengambil barang tersebut, tersangka sempat mengacungkan sabit ke arah korban.

‘’Sudah 3 tahun (pacaran). Tidak pisah, di rumah (tinggal) sudah lama. Dia lagi malah kerja ke Cafe, padahal saya mau sadarkan dia. Tetap saya kalau ke kebun bawa sabit, kebetulan saya ketemu di warung,’’ kata tersangka Widiada, Jumat (6/11/2020) di Mapolres Buleleng.

Baca juga :  Nyoman Wirya “Diresmikan” Nakhodai Golkar Tabanan

Saat ketemu di warung, muncul niat tersangka untuk dapat mengambil kembali barang-barang yang sebelumnya pernah diberikannya kepada korban. ‘’Saya panggil dulu pemilik warung dulu, agar suruh keluarkan istri (Mutmainah) saya, karena saya anggap dia itu seperti istri. Saya tarik kalungnya sampai putus, lalu ambil HP yang ada didalam tasnya,’’ ucap Widiada.

Tak terima mendapat perlakuan itu, Mutmainah pun melaporkan mantan kekasihnya ke Polres Buleleng. Selang beberapa jam setelah dilaporkan, akhirnya Widiada diamankan jajaran Satreskrim Polres Buleleng. Dari tangan tersangka Widiada, diamankan barang bukti berupa 1 unit HP, 1 buah kalung emas, dan 1 buah sabit.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, mengatakan, tersangka diamankan saat hari itu juga berdasarkan laporan korban. Vicky pun tidak menampik, antara tersangka dan korban pernah menjalin asmara namun sudah berakhir.

Berdasarkan keterangan diperoleh, tersangka Widiada mengakui perbuatannya telah mengambil secara paksa kalung yang dipakai korban dan mengambil HP serta mengacungkan sebuah sabit ke arah korban. Sehingga, korban mengalami kerugian sebesar Rp2 juta.

‘’Alasan tersangka, ingin mengambil kembali barang yang pernah diberikan. Hanya saja caranya yang memakai celurit (sabit), sampai tangan korban terluka. Kalung itu memang milik korban, kalau Hp itu yang diberikan tersangka kepada korban,’’ pungkas AKP Vicky.

Akibat perbuatannya, kini tersangka Widiada harus merasakan hidup di balik jeruji besi. Tersangka kini terancam dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan/atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman pidana di atas 5 tahun penjara. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.