BANGLI – Ni Jero Wartini (64), warga Banjar Toya Bungkah, Desa Batur, Kintamani sedang ketiban sial. Dia kehilangan emas dengan nilai mencapai lebih dari Rp100 juta, dan pelaku beraksi diduga dengan menghipnotis korban.
Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, Minggu (13/11/2022) membenarkan adanya kejadian tersebut. Pelaku yang masih dalam pengejaran memperdaya korban dengan berkedok investasi lahan, kemudian berpura-pura bisa menerawang. “Pelaku mengaku mempunyai ilmu kebatinan, hingga korban terpedaya dengan ucapannya,” terang Kapolsek.
Lebih lanjut dijelaskan, awalnya korban kenal dengan seseorang yang mengaku bernama Tania asal luar Bali. Saat perkenalan, Tania mengaku hendak berinvestasi dengan menyewa lahan korban.
Selanjutnya, Kamis (10/11/2022), sekitar pukul 07.30 Wita, korban dihubungi Tania yang berujar sudah berada di tanah milik korban berlokasi di Banjar Dalem, Desa Songan B, Kintamani. Jero Wartini menyusul dan bertemu di lokasi.
“Pada saat itu, Tania minta ikut ke rumah korban di Banjar Dalem. Setiba di rumah, Tania mengaku memiliki ilmu kebatinan, dan pura-pura bisa menerawang hal mistis. Katanya di rumah korban ada yang mengganggu secara gaib,” papar Kapolsek.
Selanjutnya, entah karena terhipnotis atau sekadar tak curiga, Jero Wartini mempercayai segala apa yang dikatakan Tania. Sekitar pukul 10.00 Wita, atas permintaan Tania, dia mengajak Tania ke rumahnya di Banjar Toya Bungkah.
Setibanya di rumah korban, pelaku kembali berpura-pura memeriksa rumah pelapor sambil mengatakan rumah korban diganggu hal mistis. “Dan, korban percaya begitu saja,” sambung perwira berlatar belakang Brimob tersebut.
Saat itu, korban disuruh menaruh barang-barang berharganya di dalam lemari. Korban juga diminta pembersihan diri (melukat) dengan mandi di 11 pancoran di sebelah Toya Devasya secara bertahap, dari pancoran satu ke pancoran lain, dengan membasuh badan secara utuh. Saat mandi itu Tania diduga kembali ke rumah korban di Toya Bungkah.
Sebelum pergi, Tania minta korban menunggu di salah satu warung yang tak jauh dari tempat pemandian. Korban nurut saja, menunggu di warung itu sampai 1,5 jam, tapi pelaku tak kunjung datang.
Kegelisahannya kian menjadi setelah tiba di rumah di Toya Bungkah, dan mendapati perhiasan emas yang sebelumnya diletakkan di lemari dan uang Rp5 juta raib. Total kerugiannya mencapai Rp165 juta, dan dia bergegas melapor ke Polsek Kintamani. “Kami masih melakukan lidik untuk mengungkap kasus ini,” lugas Kapolsek. gia






















