Disiplin Terapkan Prokes, Buleleng Nihil Kasus Positif Baru, Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh

  • Whatsapp
KOORDINATOR Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca. Foto: rik
KOORDINATOR Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca. Foto: rik

BULELENG – Penegakan kedisplinan dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam pencegahan penyebaran virus Corona di Buleleng membuahkan hasil. Terbukti pada Senin (14/12/2020) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng mencatat, tidak ada kasus terkonfirmasi positif baru. Sementara tujuh orang pasien dinyatakan sembuh.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca, mengatakan, tujuh orang pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh sebagian besar berasal dari Kecamatan Buleleng sebanyak 4 orang, Kecamatan Seririt 2 orang, dan Kecamatan Banjar 1 orang.

Bacaan Lainnya

“Ini tidak lepas dari adanya upaya maksimal tim Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng untuk dapat memperkecil meluasnya penularan Covid-19 di Buleleng, sehingga kini perkembangan kasus konfirmasi baru nihil,” jelas Suweca.

Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng ini melanjutkan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih dalam perawatan saat ini sebanyak 58 orang yang tersebar di RSUD Buleleng 12 orang, RS Bali Med 5 orang, RS Karya Dharma Usada 10 orang, RS Kerta Usada 15 orang. Kemudian, pasien positif dirawat di RS Santi Graha 1 orang. Selanjutnya di Hotel Vasini 12 orang, Hotel Ibis 1 orang, dan pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri 2 orang.

Baca juga :  Praveen/Melati Juara All England 2020

Secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi positif di Buleleng sebanyak 1.236 orang, dengan rincian dinyatakan sembuh 1.116 orang, pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia 62 orang.”Masyarakat diharapkan untuk tetap selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan dengan menggunakan sabun di air mengalir atau hand sanitizer,” pungkas Suweca. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.