Disdikpora Minta Guru Dampingi Siswa Kesulitan Belajar

PERTEMUAN Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (2/9/2025). Foto: ist
PERTEMUAN Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (2/9/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, meminta guru untuk mendampingi siswa yang mengalami kesulitan belajar. ‘’Guru wajib memberikan pendampingan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk memastikan mereka dapat memahami materi dan mencapai tujuan pembelajaran,’’ ujar Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, dalam pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (2/9/2025).

Ia mengatakan, kesulitan belajar dapat menghambat kemajuan akademis siswa, mempengaruhi nilai, hingga rasa kepercayaan diri mereka. Oleh karena itu, sebagai pendidik atau pengajar, guru perlu memahami dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh masing-masing siswa, agar siswa dapat membangun dasar yang kuat untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Read More

Pihak sekolah juga diminta membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dengan orang tua siswa. Dengan pola itu dapat membantu guru dalam memahami kebutuhan siswa dan bekerja sama untuk mendukung kemajuan siswa itu sendiri.

Suriawan mengakui, mendidik anak bukan hanya tugas seorang guru, tetapi orang tua siswa menjadi pendidik bagi anak yang juga berperan dalam mendidik. Sehingga untuk mengatasi kesulitan belajar siswa orang tua berperan besar untuk mengatasi kesulitan yang dialami anaknya. ‘’Dapat dikatakan guru dan orang tua memiliki peran untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa ketika belajar,’’ ujarnya.

Selain itu, Suriawan juga berpesan guru punya langkah-langkah baru dalam mendidik anak-anak. Problem anak sekarang ini lebih rumit dan macam-macam. Kalau pendampinya salah bisa berefek negatif. ‘’Karena itu saya minta guru bisa memainkan perannya disini,’’ kata Suriawan.

Di sisi lain, Suriawan juga meminta guru bisa menjadi motor perubahan di sekolah. Guru tak hanya mengajar dan mendidik, tapi guru harus menjadi motivator dan inisiator di lingkungan sekolah.  Ia menegaskan, hanya guru hebat saja yang bisa menginspirasi. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.