POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pembelajaran efektif di sekolah sudah mulai dilaksanakan. Pembiasaan positif yang dilakukan saat pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), diharapkan menjadi program pembiasaan yang terus menerus dilakukan di sekolah. Sampai pada akhirnya dapat terbentuk budaya sekolah.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, untuk membangun budaya positif di sekolah cukup beragam, salah satunya seperti banyaknya program sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter siswa. Beberapa program atau budaya sekolah seperti sekolah adiwiyata, program literasi untuk meningkatkan berpikir kritis pada siswa, program kantin kejujuran untuk menumbuhkan sikap jujur, membuang sampah pada tempatnya untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan, dan lainnya.
“Tak ketinggalan pula pembiasaan yang penting untuk dilakukan adalah pembiasaan beretika sopan santun dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Hal ini perlu diterapkan sejak usia dini untuk membentuk disiplin positif,” ungkap Agung Wiratama, Rabu (19/7/2023).
Ia menegaskan, budaya positif di sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas di sekolah. Apalagi sekarang di sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka. “Kurikulum merdeka terdapat P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), yang sangat perlu adanya budaya positif di sekolah,” sebutnya.
Agung Wiratma menambahkan, budaya positif sekolah menjadi salah satu penentu dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik, karena dengan adanya budaya positif sekolah yang baik maka SDM yang dihasilkan tentunya akan baik. Tidak hanya baik dari segi prestasi, namun juga dari segi karakter siswa.
“SDM yang baiklah yang menjadi salah satu bentuk berhasil atau tidaknya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang baik,” sebutnya.
Oleh sebab itu sekolah harus dan wajib untuk menjalankan budaya positif sekolah di lingkungan sekolah, karena hal itu yang menentukan layak atau tidaknya kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Di luar itu, peran orangtua di rumah sangat penting untuk mengajarkan etika sopan santun kepada anak.
Agung Wiratama menegaskan, penting antara orangtua dan guru perlu melakukan kolaborasi yang selaras, sehingga pembiasaan bisa dilakukan secara seimbang baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. “Mudah-mudahan budaya positif sekolah yang kita harapkan, bisa terbentuk dan jadi pembiasaan,” tutupnya. tra























