BANGLI – Setelah dilakukan perombakan, pelayanan RSU Bangli dinilai berubah meningkat baik secara signifikan. Penilaian itu dikatakan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Kamis (6/1/2022).
Menurut Sedana Arta, perubahan manajemen mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSU Bangli. Ini terlihat dari keterisian tempat tidur RSU yang sempat terisi hingga 106 pasien.
Sebelum dilakukan perubahan manajemen, dia berujar keterisian hanya berkisar 20 sampai dengan 25 pasien. Hal itu terjadi karena banyak warga Bangli memilih berobat dan rawat inap ke luar Bangli. “Setelah kami lakukan perombakan, kepercayaan masyarakat terhadap RSU mulai meningkat,” jelas Bupati asal Desa Sulahan itu.
Selain rawat inap, sebutnya, kunjungan masyarakat ke poliklinik juga menunjukan peningkatan. Jika sebelumnya hanya 60 orang sehari, saat ini meningkat mencapai 300 orang sehari. Padahal bangunan poliklinik saat ini dibangun darurat setelah dibongkar, tapi kondisi itu tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berobat.
Peningkatan kepercayaan masyarakat tersebut, jelas dia, sangat berimbas kepada pemasukan RSU Bangli. Dalam APBD Induk tahun 2021 pemasukan ditarget Rp45 miliar, kini dinaikkan menjadi Rp60 miliar dalam APBD Perubahan tahun 2021. Dia optimis realisasi pemasukan bisa melampaui target, bahkan bisa menembus sampai Rp90 miliar.
Sebelumnya, Bupati Sedana Arta melakukan mutasi besar-besaran di RSU Bangli. Dia menegaskan mekanisme rujukan pasien ke luar Bangli akan diperketat, yakni satu pintu melalui RSU Bangli.
Jadi, pasien yang dirujuk ke luar harus benar-benar pasien yang tidak bisa ditangani di RSU Bangli. Pada kesempatan itu, dia juga mengancam memberi sanksi bagi petugas yang sengaja merujuk pasien ke luar daerah. gia
























