BANGLI – Sempat ramai diberitakan lewat media sosial (medsos), Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan pungutan retribusi objek wisata di Bangli, termasuk di wilayah Kintamani, tetap jalan terus. Selain sumber pendapatan asli daerah (PAD), pungutan tersebut diklaim sesuai dengan peraturan yang ada.
“Meski kami dihajar di media sosial, pungutan tetap dilaksanakan. Ini merupakan amanah undang-undang,” ujar Sedana Arta tanpa merinci undang-undang mana yang dimaksud, Selasa (22/2/2022).
Pungutan retribusi tersebut, terangnya, hanya diberlakukan khusus pada masyarakat yang hendak berwisata di kawasan Kintamani. Domestik Rp25 ribu, mancanegara Rp50 ribu per orang.
Sedana Arta menyebut di daerah lain pun kalau masuk objek wisata pasti dikenakan pungutan. “Kok yang di Kintamani saja diributkan? Kami akui pungutan itu masih dilakukan di jalan, karena kami belum punya tempat khusus terkendala lahan,” tegasnya.
Karena pungutan itu sesuai aturan, Sedana Arta menyayangkan adanya video yang ramai di medsos terkait keluhan pungutan dimaksud. Dia menjamin tidak ada warga atau pengendara yang hanya lewat tapi dipungut retribusi. Kalau diberhentikan, mungkin saja.
“Kan wajar saja hanya setengah menit untuk menanyakan tujuannya ke mana. Kalau mau ke Singaraja, sembahyang dan non-berwisata langsung diminta jalan tanpa bayar,” jaminnya.
Semua retribusi tersebut, dipastikan kembali ke kas daerah. Sebagai bukti, pada hari pertama dipungut, Rabu (17/2/2022), pendapatan yang masuk dari Kintamani mencapai Rp7,5 juta. Pendapatan ini terus meningkat setiap hari, paling banyak hari Sabtu dan Minggu.
“Tarif pungutan tersebut sangat murah. Sebab, pengunjung bisa sepuasnya menikmati ribuan hektar kawasan Kaldera Gunung Batur. Dibandingkan dengan daerah lain dengan pungutan yang sama, luasnya hanya 1,5 hektar,” katanya memberi argumen.
Lebih lanjut Sedana Arta berujar, Pemkab kini tengah serius melakukan pembenahan di objek wisata Kintamani. Karena itu, dia sangat berharap ada dukungan masyarakat dan berbagai komponen lainnya. Dia pun heran kenapa setiap melakukan pungutan di Kintamani selalu diributkan?.
Sedana Arta mendaku yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kintamani, yang berdampak bagi ekonomi masyarakat serta pendapatan daerah.
Dalam upaya penataan fisik dan SDM itu, dia juga bersurat ke Gubernur Bali untuk memohon perubahan status jalan Provinsi sepanjang 4 kilometer lebih agar bisa menjadi jalan Kabupaten. Dengan demikian Pemkab kita bisa melakukan pengelolaan secara efektif.
Disinggung soal pemasukan sejak diberlakukan pungutan retribusi, Bupati asal Desa Sulahan ini berujar ada tren peningkatan meski tidak signifikan. “Ini tentu berdampak positif bagi PAD Bangli di tengah pandemi Covid-19,” cetusnya.
Selain ada peningkatan pemasukan dari retribusi, imbuhnya, belakangan ini pendapatan dari Pajak Hotel dan Restoran juga meningkat.
Kondisi positif itu dinilai selain karena ada gebrakan oleh OPD yang membidangi, juga gegara ada peningkatan kesadaran para wajib pajak memenuhi kewajibannya. Dengan sistem yang diterapkan saat ini, dia optimis pemasukan PHR Bangli akan terus menanjak. gia






















