POSMERDEKA.COM, TABANAN – Sirine tanda terjadi gempa tiba-tiba berbunyi, sehingga membuat ratusan siswa dan guru-guru di SD Islam Tabanan panik sambil berteriak dan berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan diri. Suasana mencekam itu terjadi dalam kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, di SD Islam Tabanan, Sabtu (26/4/2025).
Kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah tersebut diselenggarakan Lembaga Pendidikan Marzuki Tabanan, sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2025, bersama BPBD dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Tabanan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Marzuki Tabanan, Rio Sabariman; Ketua Bidang Pendidikan Marzuki, Askur Susanto; Kepala SD Islam Tabanan, Siti Rahma; dan juga Sekretaris BPBD Tabanan, Agung Raka.
Simulasi yang dipandu dari pihak Yayasan Marzuki dan sejumlah personel BPBD Tabanan itu melibatkan 763 orang. Terdiri atas 37 guru dan 556 siswa-siswi SD Islam Tabanan, 10 guru dan 120 anak-anak TK Mustika Ibu, 10 karyawan yayasan, 10 orang Komite SDI dan TKMI, 10 personel BPBD, dan 10 personel FPRB.
Simulasi diawali dengan suara sirine tanda terjadi gempa, menyusul suasana panik siswa-siswi sambil berteriak, yang kemudian ditenangkan sang guru di masing-masing kelas, yang menginstruksikan agar anak-anak berlindung di bawah meja.
im alarm membunyikan bel panjang durasi sekitar tiga detik sebagai tanda situasi sudah aman. Selanjutnya koordinator memberikan arahan melalui pengeras suara agar semua menuju ke titik kumpul dengan tertib, yang dibantu masing-masing guru kelas.
Begitu juga tim alarm pindah posisi berjaga di setiap akses tangga, mengarahkan ke titik kumpul, dan sejumlah penanganan dan evakuasi sedemikian rupa, termasuk tim logistik menyiapkan dan mendistribusikan keperluan peralatan maupun konsumsi.
“Alhamdulillah, kegiatan simulasi ini berjalan lancar dan aman, sehingga diharapkan bisa bermanfaat sebagai upaya antisipasi, sekaligus menambah wawasan dalam upaya penanggulangan dan mengurangi risiko bencana,” ujar Kepala SD Islam Tabanan, Siti Rahma.
Hal senada diungkapkan Sekretaris BPBD Tabanan, Agung Raka. Menurutnya, simulasi di sekolah tersebut berjalan lancar dan aman. “Semoga semua guru dan murid di sekolah ini bisa menjadi insan tangguh bencana,” harapnya. gap























