Diduga Rabies, Anjing Gigit Belasan Warga Batur

DIDUGA rabies, seekor anjing di Banjar/Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli menggigit 11 warga. Foto: ist
DIDUGA rabies, seekor anjing di Banjar/Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli menggigit 11 warga. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Diduga rabies, seekor anjing di Banjar/Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli menggigit 11 warga. Mendapat laporan tersebut, petugas Dinas PKP dan Dinas Kesehatan Bangli turun melakukan penanganan. Anjing tersebut langsung dieliminasi, kemudian diambil sampel otaknya untuk uji lab di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar

Menurut Kepala Dusun Sulahan, I Nengah Sueka Putra, Senin (15/12/2025), awalnya masyarakat tidak sadar anjing yang jalan di pinggir jalan bakal menggigit. Pertama yang jadi korban gigitan adalah pedagang sate. Setelah menggigit, anjing tersebut dengan santainya jalan menuju arah barat. Beberapa meter kemudian anjing kembali menggigit warga yang sedang melintas.

Bacaan Lainnya

”Sontak setelah itu warga dibuat panik, kemudian warga menghubungi saya dan menyampaikan ada anjing liar gigit dua warga,” katanya.

Mendapat laporan warga, dia langsung menghubungi dinas terkait. Setelah menggigit dua warga anjing tersebut jalan ke arah utara. Warga di utara tidak tahu kalau anjing tersebut sempat menggigit warga. “Karena warga tidak ngeh, anjing tersebut kembali menggigit beberapa warga. Total ada 11 warga yang jadi korban gigitan,” sebutnya. 

Dari 11 korban gigitan, salah satu warga harus menjalani rawat inap di RSUD Bangli karena mengalami patah tulang. Sebab, korban yang berusia lanjut itu sempat terjatuh saat digigit anjing tersebut.

Mengantisipasi  bertambahnya korban gigitan akhirnya warga  beramai- ramai mengejar dan membunuh anjing tersebut. “Apakah anjing tersebut terkontaminasi rabies, petugas Dinas PKP telah mengambil sampel otak anjing tersebut untuk dibawa ke lab di Denpasar,” jelasnya.

Warga yang jadi korban gigitan disebut sempat dibawa ke Puskesmas Susut 1 di Kayuambua, tapi tidak ada Vaksin Anti-Rabies (VAR). Begitu juga di RSUD Bangli. Dia mengakui warga sempat cemas karena tidak dapat VAR, tapi dia berusaha menenangkan. apalagi luka gigitan sudah mendapat penanganan awal dari petugas. Dia kemudian mendapat informasi VAR tersedia di Puskesmas Susut 2. “Makanya baru hari ini warga korban gigitan mendapat VAR,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, sejauh ini belum diketahui pasti apakah anjing yang menggigit warga tersebut anjing liar atau ada yang memelihara. Soalnya tidak ada warga yang mengaku memiliki atau memelihara anjing tersebut

Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, saat dimintai konfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia berkata petugas telah mengambil sampel otak anjing tersebut untuk dibawa ke lab, untuk mengetahui apakah anjing tersebut terpapar rabies atau tidak. Namun, sampai berita ini ditulis, hasilnya belum keluar. “Untuk korban telah mendapat penanganan medis dari Dinas Kesehatan,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses