POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Banjar Dinas Palak, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem kini overload (kepenuhan). Akibatnya sampah meluber hingga ke jalan raya. Diduga gunungan sampah di sini karena ada kiriman sampah dari luar desa.
Kepala Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Basuki Lestari Besakih, I Wayan Suartika, membenarkan bahwa TPA Palak tidak mampu menampung pasokan sampah. Dia menduga ada masyarakat luar Desa Besakih ikut membuang sampah ke TPA Palak.
Alasannya, sebelum ini tidak pernah sampai overload jika hanya masyarakat Besakih yang membuang sampah di sana. “Dengan kondisi tersebut, kami sedikit kewalahan melakukan pengelolaan, karena kami hanya punya 10 orang tenaga,” keluhnya, Kamis (18/5/2023).
Suartika menduga masyarakat yang berasal dari luar desa kemungkinan membuang sampah ke TPA Palak pada malam hari. Sebab, saat itu tidak ada orang di sekitar lokasi yang beraktivitas. Hanya, dia juga tidak berani terlalu menuduh karena tidak ada bukti.
Agar sampah tidak lagi meluber hingga ke jalan raya, dia berkata sudah berkoordinasi dengan pihak desa adat untuk meminjamkan alat berat. Maksudnya untuk mendorong sampah kembali ke dalam. “Kami juga sudah berkoordinasi agar pihak Desa Besakih membuat sebuah pararem atau peraturan adat, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” sambungnya.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, menambahkan, sampah di TPA Palak melebihi kapasitas, bahkan merambah hingga ke jalan. Dia mengaku sudah menurunkan alat berat untuk mendorong sampah tersebut ke dalam areal TPA.
Untuk ke depan, dia berencana akan membuat pararem. Tetapi harus dirapatkan dulu dengan seluruh pihak terkait seperti apa peraturan yang akan dibuat, termasuk sanksi dan yang lainnya.
Disinggung terkait sampah di TPA Palak overload karena diduga ada kiriman sampah dari luar desa, dia enggan berkomentar. “Saya tidak tahu karena tidak ada bukti, biar tidak disalahkan saya nanti,” elaknya. nad
























