Dibantu Pusat, Pokdakan di Bangli Gunakan Sistem Bioflok

  • Whatsapp
BUPATI Made Gianyar, menebar benih ikan lele dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil (Pokdakan) Lusuh Sejahtera di Banjar Dinas Tambahan Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Selasa (10/11/2020). Foto: ist
BUPATI Made Gianyar, menebar benih ikan lele dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil (Pokdakan) Lusuh Sejahtera di Banjar Dinas Tambahan Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Selasa (10/11/2020). Foto: ist

BANGLI – Bupati Bangli, I Made Gianyar, menebar benih ikan lele dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil (Pokdakan) Lusuh Sejahtera di Banjar Dinas Tambahan Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Selasa (10/11/2020). Selain anggota Pokdakan, turut hadir Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma; Camat Tembuku, Ida Bagus Putu Suandi; serta para undangan. Tempat pembibitan di lokasi ini menggunakan sistem bioflok.

Ketua Pokdakan Lusuh Sejahtera, I Wayan Tagel, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemkab Bangli atas bantuan yang diberikan. Pokdakan ini, sebutnya, berdiri sejak November 2020 dengan jumlah 20 anggota. “Kelompok kami ini awalnya membudidayakan ikan nila, tapi karena diberikan bantuan ini kami kembali membuat tempat pembibitan ikan lele. Di sini menggunakan sistem bioflok sebanyak delapan tempat, dan bantuan yang diterima senilai 167 juta,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Wayan Sarma dalam sambutannya menyampaikan, di Kabupaten Bangli terdapat tiga pembibitan ikan. Satu pembibitan ikan nila di Desa Songan, Kintamani; pembibitan ikan dengan menggunakan sistem bioflok baru dua yakni di Desa Abuan dan di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem. “Bantuan ini agar dikelola dengan sebaik-baiknya,” pesan Sarma.

Baca juga :  Artha Ajak TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat Patuhi Prokes

Bupati Made Gianyar dalam kesempatan itu mengapresiasi pemerintah pusat melalui Balai Besar Budidaya Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan atas bantuan kepada warganya itu. Adanya bantuan seperti ini, kata dia, Pemkab berharap kepada Pokdakan Lusuh Sejahtera dan kelompok lain di Bangli agar mengelola bantuan ini dengan baik. Harapannya, segala usaha dapat menyejahterakan kelompok dan masyarakat sekitar.

Dia mengajak warga tidak usah ragu dan malu menjadi petani, karena petani sekarang ini termasuk petani industrialisasi dan pengusaha. “Kenapa petani itu pengusaha? Karena petani itu berani menanggung risiko dan bisa menampung tenaga kerja. Apalagi petani zaman sekarang ini adalah petani modern, yang kreatif untuk mempergunakan lahan reproduktif,” urainya menandaskan. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.