Di Klungkung, 10.517 Tenaga Kerja Dirumahkan dan 817 Kena PHK

  • Whatsapp
BUPATI Klungkung, Nyoman Suwirta bagikan masker ke masyarakat di Kecamatan Dawan. Akibat Covid-19, 10.517 tenaga kerja di Klungkung dirumahkan dan 817 orang lainnya dipastikan telah di PHK. Foto: ist
BUPATI Klungkung, Nyoman Suwirta bagikan masker ke masyarakat di Kecamatan Dawan. Akibat Covid-19, 10.517 tenaga kerja di Klungkung dirumahkan dan 817 orang lainnya dipastikan telah di PHK. Foto: ist

KLUNGKUNG – Tenaga kerja di Kabupaten Klungkung yang bekerja baik di Klungkung maupun diluar Kabupaten Klungkung disebutkan selain ada yang dirumahkan, tercatat juga ada yang di PHK terkait dampak Covid-19.  Sesuai dugaan, angkanya cukup tinggi mencapai 10.517 tenaga kerja yang dirumahkan ini, didominasi warga dari Nusa Penida. Sementara 817 orang lainnya dipastikan telah di PHK.

Informasi ini disampaikan Bagian Humas dan Protokol Pemkab Klungkung, usai Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meninjau Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah dan Perdagangan, dan Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung terkait dampak Covid-19 pada, Selasa (21/4/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam laporan yang diterima Bupati Klungkung bahwa ada sekitar 55 desa/kelurahan di Klungkung yang sudah mengumpulkan data jumlah tenaga kerja yang dirumahkan sekitar 10.517 orang dan jumlah tenaga kerja yang di PHK mencapai sekitar 817 orang. Untuk jumlah tenaga kerja yang dirumahkan sebagian besar berasal dari Nusa Penida yang jumlahnya sekitar 5.367 orang.

Setelah tenaga kerja, yang terkena dampak Covid-19 pada April 2020 juga dirasakan oleh UMKM dan IKM yang berada di Kabupaten Klungkung, dimana para UMKM dan IKM ini mengalami dampak pada omzetnya. Dari data yang masuk sekitar 5.166 UMKM, dimana dari jumlah tersebut terdapat UMKM yang mengalami tutup dan penurunan omzet, kemudian dari 52 Industri Kecil Menengah (IKM), semua mengalami penurunan penjualan dan penurunan jumlah produksi.

Baca juga :  Tata Kelola Aset Tanah Daerah Pemkab Badung Capai 90 Persen

Atas kondisi itu, Bupati Suwirta bersyukur di tengah-tengah turunnya perkembangan pariwisata, IKM, dan UMKM di Kabupaten Klungkung, ternyata pemutusan tenaga kerja di Klungkung tidak terlalu banyak yaitu sekitar 817 orang, dan untuk pemutusan hubungan kerja di Pulau Nusa penida paling kecil.

‘’Hal ini mengindikasikan adanya harapan bahwa ketika proses pemulihan terjadi, maka penduduk Nusa Penida bisa kembali bekerja di tempat kerja sebelumnya,’’ ujarnya, seraya meminta kepada masyarakat Klungkung yang mengalami PHK atau yang belum mempunyai pekerjaaan agar memanfaatkan sebaik mungkin kartu PraKerja yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat.

Dengan harapan pada saat situasi seperti saat ini, masyarakat Klungkung dapat memperoleh bantuan dari pemerintah pusat baik itu melalui pelatihan maupun bantuan lainnya.

Selain itu, Suwirta juga menemukan dampak Covid-19 terhadap sektor kesehatan, yakni mengenai layanan BPJS di Kabupaten Klungkung terdapat usulan masyarakat Klungkung yang beralih dari Pekerja Penerima Upah (PPU) menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) UHC maupun yang baru mendaftar menjadi PBI UHC, selama empat bulan ini menyentuh angka 1.257. Dari angka tersebut, maka Pemkab Klungkung memerlukan dana yang cukup besar untuk membantu masyarakat Klungkung yang terkena dampak Covid-19. 022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.