Di Buleleng, Pekerja Migran yang Datang 30 Hari Terakhir Dites

Gede Suyasa. Foto: rik
Gede Suyasa. Foto: rik

BULELENG – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng yang sudah pulang sejak 30 hari terakhir dan sudah selesai masa pantau akan kembali dilakukan rapid test. Ini dilakukan, setelah ditemukan adanya tren baru mengenai Covid-19, dimana para PMI yang selesai masa pantau malah terpapar virus tersebut.

‘’Kebijakan ini kita ambil karena ditemukan adanya fenomena baru, yakni pasien yang positif Covid-19  beberapa di antaranya terpapar ketika diakhir masa pantau. Pada hari ke-14 saat PMI memohon surat keterangan sehat, setelah dilakukan rapid test hasilnya malah dinyatakan positif Covid-19,’’ terang Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa, Selasa (21/4/2020).

Read More

Kebijakan ini, menurut Suyasa, agar dapat memastikan PMI ini terpapar virus atau tidak. Terlebih, Pemkab Buleleng telah membeli tambahan rapid test antigen. Dengan begitu, mampu mempercepat mengetahui kondisi PMI dan lebih awal terdeteksi.

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 di Buleleng terjadi penambahan jumlah pasien yang positif Covid-19. Secara kumulatif pasien positif berjumlah sembilan orang, yang sedang dirawat lima orang. Namun yang sembuh bertambah satu orang menjadi empat orang.

Kemudian, pasien positif yang dirawat di Denpasar sebanyak enam orang dan dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) juga dirawat di Denpasar. Saat ini, tidak ada PDP yang dirawat di Buleleng. Untuk orang dalam pengawasan (ODP) di Buleleng secara kumulatif berjumlah 85 orang, dan ODP yang masih dipantau tiga orang, lalu 82 orang sudah selesai masa pantau. 018

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.