Desak Darmawati Tetap Diproses Hukum, Meski Sudah Minta Maaf

  • Whatsapp
DESAK Made Darmawati didampingi Ketua PHDI Pusat, Mayjen TNI Purnawirawan, Wisnu Bawa Tenaya memperlihatkan surat pernyataan permohonan maaf bermeterai 10.000 seusai dibacanya di Gedung Lapangan Tembak Kesatrian Kopassus Cijantung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2021) malam. Foto: ist
DESAK Made Darmawati didampingi Ketua PHDI Pusat, Mayjen TNI Purnawirawan, Wisnu Bawa Tenaya memperlihatkan surat pernyataan permohonan maaf bermeterai 10.000 seusai dibacanya di Gedung Lapangan Tembak Kesatrian Kopassus Cijantung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2021) malam. Foto: ist

BULELENG – Meski telah meminta maaf atas dugaan penistaan agama Hindu, Desak Made Darmawati tetap akan diproses secara hukum. Ormas Hindu Persadha Nusantara akan melaporkan oknum mualaf tersebut ke pihak berwajib.

Wakil Ketua Umum DPP Persadha Nusantara, Gede Suardana, mengatakan, langkah hukum itu ditempuh untuk memberi efek jera. Jangan sampai di kemudian hari masih ada orang dengan mudah menghina dan menistakan suatu agama, lalu dengan enteng meminta maaf dan menganggap persoalan selesai.

Bacaan Lainnya

“Ucapan Desak Darmawati yang mualaf kami nilai sudah menistakan agama Hindu dan melukai hati masyarakat Bali. Terlebih, ucapan itu beredar luas dan viral di media sosial. Kami tetap menempuh jalur hokum,” ujar Gede Suardana di Singaraja, Minggu (18/4/2021).

Suardana mengatakan, ucapan si mualaf telah mengecewakan masyarakat Bali dan memenuhi unsur penistaan.Untuk itu, Persadha Nusantara bersama organisasi mahasiswa Hindu, meminta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti hal itu dengan melakukan proses hukum terhadap Desak Made Darmawati.

“Kami tetap melaporkan Desak Made Darmawati atas dugaan penodaan agama sesuai pasal 156 huruf a KUHP,” jelas Suardana. 

Permintaan maaf tersebut tidak akan menghapus tindakan dan ucapan penistaan agama Hindu yang telah dilakukan oleh Desak Made Darmawati. Terlebih, dalam permintaan maaf pada poin 4 telah mengakui perbuatannya dan siap bertanggungjawab membuktikan bahwa dirinya telah melakukan penistaan dan penodaan agama.

Baca juga :  Pilkada 2020 dan Mengejar 80 Persen Partisipasi Pemilih di Badung

“Poin 4 dalam surat pernyataannya itu jelas siap bertanggungjawab untuk membuktikan bahwa telah melakukan penistaan dan penodaan agama. Cara elegan menuntaskan penodaan agama ini adalah dengan menempuh proses hukum,” ujar mantan jurnalis ini. 

Sementara Ketua DPD Persadha Nusantara Bali, Ketut Sae Tanju, meminta agar Polda Bali tidak menolak laporan yang akan diajukan bersama ormas Hindu lainnya pada Senin (19/4/2021)i. Sae Tanju pun membandingkan laporan kasus Munarman yang diproses oleh Polda Bali. “Kasus penodaan agama ini harusnya bisa diterima sebagai bentuk pelayanan terhadap umat,” pungkas Sae Tanju.

Pada Sabtu (17/4/2021) malam, di Gedung Lapangan Tembak Kesatrian Kopassus Cijantung, Jakarta Selatan, Desak Made Darmawati memohon maaf atas ucapannya dalam video yang viral dan menyinggung perasaan umat Hindu. Permintaan maaf itu disampaikan dalam suatu pertemuan yang diinisiasi oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Menteri Agama RI serta dihadiri Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto bersama kepada Ketua PHDI Pusat, Mayjen TNI Purnawirawan, Wisnu Bawa Tenaya.

Mualaf yang berwajah pas-pasan itu mengatakan, video yang viral merupakan video ceramah dengan tema ‘Kenapa Masuk Islam, Para Pencari Tuhan’. Dosen kewirausahaan di Uhamka itu, menyatakan tidak bermaksud dan tidak memiliki niat untuk menista dan mengolok-olok agama Hindu dan masyarakat atau umat Hindu. Hal itu terjadi semata-mata disebabkan karena kelemahan dan kelalaiannya.

Baca juga :  Dekranasda Gianyar Serahkan Bantuan Peralatan untuk Perajin

“Dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat atau umat Hindu dan pemuka agama Hindu, serta segenap masyarakat Indonesia atas pernyataan saya yang keliru. Saya akan bertanggung jawab terhadap semua akibat yang ditimbulkan oleh kelalaian dan kesalahan saya ini,” ucap Darmawati dalam siaran pers bermeterai 10.000 yang beredar luas di medsos, Minggu (18/4/2021).

Wanita berjilbab itu sangat berharap umat Hindu serta masyarakat Indonesia dapat menerima pernyataan permohonan maaf tersebut, dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Setelah dibacakannya, permohonan maaf tertulisnya kemudian disampaikan kepada Ketua PHDI Pusat, Mayjen TNI Purnawirawan, Wisnu Bawa Tenaya, disaksikan Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto.

Ketua PHDI Pusat, Mayjen TNI Purnawirawan, Wisnu Bawa Tenaya, disaksikan Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto kompak menyatakan menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Desak Made Darmawati. Namun keduanya juga menegaskan proses hukum terhadap wanita kelahiran Gianyar, Bali itu tetap harus berjalan. 

“Saya sungguh berharap tentu saja kita semua memiliki kewajiban untuk saling memaafkan terlebih dalam hubungan antar umat beragama kita harus menjaga harmoni supaya ini tidak kemudian ke depan berlarut-larut mengganggu kegiatan kita menyita banyak resource yang kita miliki dan lebih buruknya menimbulkan perpecahan antar umat beragama,” ujar Tri Handoko Seto dilansir dari laman tribun.news.com.

Kendati telah telah memberi maaf kepada Darmawati, Tri Handoko Seto tetap mempersilakan komponen-komponen umat Hindu untuk memproses Darmawati secara hukum. “Tetapi bahwa kemudian komponen-komponen umat kita ingin menjalankan proses hukum itu tolong tetap dilaksanakan sesuai kaidah-kaidah hukum yang berlaku tanpa perlu ada rasa prasangka dan kebencian,” imbuh Tri handoko. rik/gre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.