Desa Seraya Gelar Ritual Pembersihan “Sekala-Niskala” Lokasi Penemuan Orok

PENEMUAN orok di depan Balai Banjar Pauman, Desa Seraya, Karangasem pihak desa adat akan menggelar prosesi pembersihan secara sekala-niskala. Foto: ist

KARANGASEM – Menyikapi adanya penemuan orok di depan Balai Banjar Pauman, Desa Seraya, Karangasem pihak desa adat akan menggelar prosesi pembersihan secara sekala-niskala. Peristiwa tersebut dinilai membuat leteh (kotor secara spiritual) desa, itulah masalahnya.

Bendesa Adat Seraya, I Made Salin, mengatakan, penemuan orok tersebut memang merupakan peristiwa yang menggemparkan warga. Bahkan terkesan kurang berkenan. Makanya pembersihan dengan ritual harus dilaksanakan sebagai upaya mengembalikan keseimbangan secara sekala dan niskala.

Read More

“Desa kami akan menggelar ritual melis, Jumat (23/12/2022) serangkaian Ngusaba Kaja, maka ritual pembersihan dengan banten prayascita akan kami lakukan di lokasi penemuan orok tersebut,” ungkap Salin, Kamis (22/12/2022).

Lebih lanjut Salin menjelaskan, makna dari melis adalah ritual pembersihan sekala-niskala di wilayah Seraya dengan menggelar odalan di tiga pura, yakni Pura Bisbis, Pura Gili Selang, dan di Pura Batu Telu. Upacara melis memang rutin dijalankan setiap dua tahun.

Salin menambahkan, untuk melaksanakan upacara itu, pihak desa akan berkoordinasi dengan pihak keluarga yang memiliki orok itu. Sebab, mereka bertanggung jawab menyerahkan banten secara lengkap dalam prosesi pembersihan di balai banjar tempat orok ditemukan.

“Dari peristiwa kemarin, yang mengubur orok tersebut memang warga kami dari Seraya. Semoga dengan peristiwa ini menjadi pelajaran bagi warga kami di Seraya agar tidak terulang kembali,” harapnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.