KARANGASEM – Desa Seraya Barat, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, menjadi sasaran selanjutnya dalam memberi informasi mengenai pendataan keluarga serta bahaya stunting (tengkes) dalam Pendataan Keluarga (PK) tahun 2021. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan anggota Komisi IX DPR RI, Jumat (7/5/2021) terus berusaha memberi informasi valid sebelum pendataan keluarga berakhir pada 31 Mei 2021.
Perbekel Desa Seraya Barat, I Wayan Patra Suarsa, memberi apresiasi program-program yang sifatnya langsung membantu masyarakat. Sebab, kata dia, dalam pandemi seperti saat ini masalah kesehatan sangatlah penting. Dia berharap apapun yang menjadi program pemerintah pusat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kesehatan. “Dengan adanya pendataan keluarga yang menjadi program dari pemerintah pusat, kami harap dapat menyentuh langsung kepada masyarakat,” ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Agus Putro Proklamasi, berujar, Pendataan Keluarga (PK) tahun 2021 ini merupakan rangkaian kegiatan dari kabupaten/kota Provinsi Bali untuk sosialisasi pendataan keluarga yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting, serta upaya pembangunan dan penguatan keluarga demi terwujudnya keluarga sejahtera,” jelasnya
Sementara anggota Komisi IX DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menambahkan, blankspot (sulit sinyal) juga terjadi di Karangasem. Tetapi dengan adanya sisa waktu, dia berharap kader pendata dapat menyelesaikan dengan baik tugasnya, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kariyasa juga mengingatkan masyarakat agar memberi data yang sebenar-benarnya, dan tidak perlu takut karena data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya. “Sebaiknya warga memberikan data yang sebenar-benarnya, jangan takut karena data tersebut bersifat rahasia. Data mikro ini sangat penting bagi program kebijakan-kebijakan lainnya,” tutur politisi PDIP tersebut. rls
























